Search for collections on Undip Repository

PENGARUH SEKRETOM SEL PUNCA MESENKIMAL INTRANASAL TERHADAP DENSITAS SEL GANGLION RETINA (Kajian terhadap Ekspresi Caspase-3 Sel Ganglion Retina Tikus Wistar Model Neuropati Optik Toksik Etambutol)

Adiyasa, Nugraha and Prihatningtias, Riski and Wildan, Arief and Nugroho, Trilaksana and Rahmi, Fifin Luthfia (2025) PENGARUH SEKRETOM SEL PUNCA MESENKIMAL INTRANASAL TERHADAP DENSITAS SEL GANGLION RETINA (Kajian terhadap Ekspresi Caspase-3 Sel Ganglion Retina Tikus Wistar Model Neuropati Optik Toksik Etambutol). Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK-THESIS] Text (ABSTRAK-THESIS)
Abstrak Thesis Nugraha Adiyasa.pdf

Download (148kB)

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang potensial dan serius. Pada tahun 2022, diperkirakan sekitar 10,6 juta orang terkena tuberkulosis (TB) di seluruh dunia. ethambutol terbukti menyebabkan neuropati optic. Toxic optic neuropathy(TON) dapat terjadi pada interval waktu kapanpun setelah penggunaan ethambutol. Hingga saat ini belum ada acuan terapi pada pasien EON selain dengan menghentikan paparan etambutol. Pemberian sekretom sel punca mesenkimal pada model tikus neuropati optik traumatika secara intravitreal maupun intranasal efektif dalam menjaga fungsi visual.
Tujuan: Membuktikan bahwa ekspresi caspase-3 lebih rendah dan densitas sel ganglion retina lebih tinggi pada kelompok tikus model EON.
Metode: Rancangan penelitian ini adalah true-experimental dan desain post-test only control group design. Penelitian ini menggunakan 14 tikus wistar model EON yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan. Pembuatan tikus Wistar model EON dilakukan dengan pemberian etambutol peroral selama 30 hari. Untuk kelompok perlakuan diberikan sekretom intranasal selama 10 hari. Ekspresi caspase-3 diukur dengan pewarnaan IHK dan densitas sel ganglion retina diukur dengan pewarnaan HE pada hari ke 14 setelah perlakuan. Analisis statistik dilakukan untuk menilai ekspresi caspase-3 dan densitas sel ganglion retina.
Hasil: ekspresi Caspase-3 kelompok perlakuan(115±21,67) lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol(180±12,90) dengan perbedaan signifikan (p<0,05). Densitas sel ganglion retina kelompok perlakuan(18,02±3,24) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol(12,88±2,37). Dengan perbedaan signifikan (p<0,05). Uji korelasi antara caspase-3 dan densitas sel ganglion retina didapatkan hasil hubungan bermakna(p<0,05) dengan arah hubungan negatif(r=-0,974).
Kesimpulan: Pemberian secretome intranasal pada tikus Wistar Model EON berpengaruh pada ekspresi caspase-3 dan densitas sel ganglion retina.
Kata Kunci: Sekretom, Caspase-3, RGC, EON

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Sekretom, Caspase-3, RGC, EON
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 10 Apr 2025 08:18
Last Modified: 10 Apr 2025 08:18
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31094

Actions (login required)

View Item View Item