Search for collections on Undip Repository

Pengaruh Ekstrak Buah Bit (Beta Vulgaris) terhadap Rasio Berat Panjang Kolon, Leukosit dan Hipertrofi Sel Goblet Mencit Mus musculus yang Dilakukan Kolesistektomi

Ashadi, Mahmudin Ardian and Prasetyo, Sigit Adi and Nindita, Yora (2025) Pengaruh Ekstrak Buah Bit (Beta Vulgaris) terhadap Rasio Berat Panjang Kolon, Leukosit dan Hipertrofi Sel Goblet Mencit Mus musculus yang Dilakukan Kolesistektomi. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Abstrak Tesis_Mahmudin Ardian Ashadi] Text (Abstrak Tesis_Mahmudin Ardian Ashadi)
Abstrak Tesis_Mahmudin Ardian Ashadi.pdf

Download (968kB)
[thumbnail of Abstrak Tesis_Mahmudin Ardian Ashadi.pdf] Text
Abstrak Tesis_Mahmudin Ardian Ashadi.pdf

Download (968kB)

Abstract

Latar Belakang: Kolesistektomi merupakan terapi definitif untuk penyakit batu empedu bergejala, sebagian pasien mengalami sindrom pascakolesistektomi (PCS) yang ditandai dengan nyeri kuadran kanan atas atau ketidaknyamanan bilier yang menetap. Bukti terbaru menunjukkan bahwa Beta vulgaris (bit) dengan sifat antiinflamasi dan antioksidan potensialnya dapat menjadi pendekatan terapeutik baru untuk penanganan PCS, sekaligus mengatasi keterbatasan terapi konvensional seperti kolestiramin.
Tujuan: Penelitian ini menyelidiki khasiat antiinflamasi ekstrak buah Beta vulgaris pada model mencit pascakolesistektomi, serta menilai potensinya sebagai intervensi terapeutik untuk PCS.
Metode: Tiga puluh mencit yang telah menjalani kolesistektomi dibagi secara acak menjadi lima kelompok (n=6 per kelompok): dua kelompok kontrol (sham dan kontrol negatif) dan tiga kelompok perlakuan yang menerima ekstrak Beta vulgaris dosis 250, 500, atau 1000 mg/kgBB secara oral selama tujuh hari berturut-turut. Respons inflamasi dievaluasi melalui rasio berat-panjang kolon (indikator edema), jumlah leukosit sistemik, dan penilaian histopatologis hipertrofi sel goblet. Analisis statistik menggunakan One way - ANOVA satu arah dilanjutkan uji Post Hoc LSD.
Hasil: Mencit yang diberi ekstrak Beta vulgaris menunjukkan penurunan penanda inflamasi secara dependen-dosis. Semua kelompok perlakuan menunjukkan rasio berat-panjang kolon yang lebih rendah secara signifikan (p<0,001) dan hipertrofi sel goblet yang lebih ringan (p<0,001) dibandingkan kontrol. Secara paradoks, peningkatan jumlah leukosit (p<0,001) juga diamati, menunjukkan kemungkinan mekanisme imunomodulator.
Kesimpulan: emuan kami membuktikan bahwa ekstrak Beta vulgaris efektif meredakan peradangan pascaoperasi pada mencit pascakolesistektomi, kemungkinan melalui modulasi respons imun dan efek antiinflamasi tingkat jaringan. Hasil ini menempatkan Beta vulgaris sebagai terapi adjuvan alami yang menjanjikan untuk penanganan PCS, sehingga perlu penelitian translasional lebih lanjut untuk mengeksplorasi aplikasi klinis, dosis optimal, dan keamanan jangka panjang pada manusia.
Kata kunci: Beta Vulgaris, Rasio Berat Panjang Kolon, Leukosit, Hipertrofi Sel Goblet, Kolesistektomi

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Beta Vulgaris, Rasio Berat Panjang Kolon, Leukosit, Hipertrofi Sel Goblet, Kolesistektomi
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program in Biomedical Science
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 11 Apr 2025 05:58
Last Modified: 11 Apr 2025 05:58
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/30983

Actions (login required)

View Item View Item