Alfira, Clarisa Shinta and Widyatwati, Ken and Purwanti, Tari (2023) PERSEPSI WARGA KAMPUNG PELANGI TERHADAP NYAI BRINTIK SEBAGAI URBAN LEGEND DI ZAMAN MODERN. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU BUDAYA.
|
Text
CLARISA SHINTA ALFIRA 13040219130048.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
Text
Clarisa Shinta Alfira_13040219130048_COVER.pdf - Submitted Version Download (288kB) |
|
|
Text
Clarisa Shinta Alfira_13040219130048_ABSTRAK.pdf - Submitted Version Download (9kB) |
|
|
Text
Clarisa Shinta Alfira_13040219130048_BAB 1.pdf - Submitted Version Download (235kB) |
|
|
Text
Clarisa Shinta Alfira_13040219130048_BAB 2.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Clarisa Shinta Alfira_13040219130048_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (298kB) |
|
|
Text
Clarisa Shinta Alfira_13040219130048_BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (517kB) |
|
|
Text
Clarisa Shinta Alfira_13040219130048_BAB 5.pdf - Submitted Version Download (11kB) |
|
|
Text
Clarisa Shinta Alfira_13040219130048_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (164kB) |
|
|
Text
Clarisa Shinta Alfira_13040219130048_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Kemajuan zaman yang sering kali menjadi salah satu ancaman hilangnya budaya dan nilai-nilai yang bersifat luhur di kehidupan masyarakat ternyata tidak serta merta melunturkan eksistensi Nyai Brintik sebagai urban legend di Kampung Pelangi. Adanya kepercayaan warga yang besar terhadap Nyai Brintik sebagai leluhur kampung menjadi faktor terbesar bertahannya sosok Nyai Brintik yang sudah meninggal dunia tetap eksis di tengah kehidupan warga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi Nyai Brintik sebagai tokoh hebat di Kampung Pelangi melalui persepsi warga terhadap sosok Nyai Brintik, makam, dan juga ritual yang membersamai keberadaan Nyai Brintik di Kampung Pelangi. Teori yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian ini adalah semiotika Charles Sanders Peirce dan strukturalisme Levi-Strauss sebagai teori pendukung. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan proses pengumpulan data menggunakan metode observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi media sebagai data utama. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan dengan dasar teori semiotika Charles Sanders Peirce menunjukkan bahwa Nyai Brintik sebagai tanda di Kampung Pelangi digambarkan sebagai salah satu identitas yang sampai saat ini masih eksis dengan adanya representasi makam yang dikunjungi warga dari hasil interpretan masing-masing individu untuk melakukan ritual ziarah kubur. Sedangkan hasil penelitian yang ditinjau dari strukturalisme Levi-Strauss justru memberikan properti baru selain makam dan ritual yang menjadi penunjang eksisnya Nyai Brintik, yakni dengan keberadaan mitos kisah Nyai Brintik sendiri yang masih lestari di kalangan masyarakat dengan nilai-nilai teladan yang pantas dipertahankan hingga kini. Penelitian mengenai persepsi warga terhadap Nyai Brintik ini sangat mengandalkan keterbukaan yang diperoleh dari rasa percaya dan kedekatan individu sehingga peneliti memiliki keterjangkauan yang terbatas pada ruang-ruang privat yang dibangun oleh warga setempat terkait kepercayaan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Mr UPT Perpus Undip |
| Date Deposited: | 17 Jun 2025 00:25 |
| Last Modified: | 04 Jul 2025 08:50 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/30973 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
