KOESLATIFA, SALSABILLA and Windiani, Reni and Anggraheni, Palupi (2025) MEMBANGUN KETAHANAN PASIFIK MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM: DISKURSUS OPINI PUBLIK MASYARAKAT PASIFIK & MĀORI DALAM NARASI KEBIJAKAN MIGRASI IKLIM SELANDIA BARU. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Cover_Salsabilla Koeslatifa.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
Text
BAB 1_Salsabilla Koeslatifa.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (633kB) |
|
|
Text
BAB 2_Salsabilla Koeslatifa.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (834kB) |
|
|
Text
BAB 3_Salsabilla Koeslatifa.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (390kB) |
|
|
Text
BAB 4_Salsabilla Koeslatifa.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (124kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Salsabilla Koeslatifa.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (289kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Salsabilla Koeslatifa.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (289kB) |
|
|
Text
Lampiran_Salsabilla Koeslatifa.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (183kB) |
Abstract
Perubahan iklim telah mendorong diskursus mengenai migrasi iklim di
kawasan Pasifik, khususnya terkait peran Selandia Baru dalam mengakomodasi
perpindahan masyarakat yang terdampak. Studi ini menganalisis diskursus
kebijakan migrasi iklim Selandia Baru dengan menggunakan pendekatan
konstruktivisme holistik, yang mempertimbangkan interaksi antara faktor internal
dan eksternal dalam pembentukan kebijakan luar negeri. Metode yang digunakan
adalah analisis diskursus kritis, yang mencakup kajian terhadap kebijakan resmi
serta opini publik masyarakat Pasifik dan Māori.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa migrasi iklim tidak hanya dipahami
sebagai solusi adaptasi terhadap perubahan lingkungan, tetapi juga sebagai
fenomena yang sarat dengan dinamika identitas, kedaulatan, dan keadilan historis.
Masyarakat Pasifik lebih memilih strategi adaptasi dan ketahanan, menolak label
"pengungsi iklim" karena dianggap mereduksi agensi mereka dan mengalihkan
tanggung jawab negara-negara penghasil emisi. Sementara itu, perspektif Māori
dalam migrasi iklim masyarakat Pasifik juga bersifat kompleks. Di satu sisi,
mereka memiliki nilai whakapapa (hubungan kekerabatan) yang mendorong
solidaritas terhadap komunitas Pasifik, tetapi di sisi lain, mereka menghadapi
keterbatasan akses terhadap tanah yang memengaruhi penerimaan terhadap
migran iklim.
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman
intersubjektif antara masyarakat Pasifik, Māori, dan pemerintah Selandia Baru
dalam merumuskan kebijakan migrasi iklim. Kebijakan yang berorientasi pada
relokasi harus mempertimbangkan nilai budaya, hak kedaulatan, serta keterlibatan
komunitas lokal dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, disarankan agar
Selandia Baru tidak hanya berfokus pada mekanisme migrasi, tetapi juga
memperkuat upaya adaptasi di negara-negara Pasifik, menurunkan emisi, serta
membangun dialog inklusif berbasis kepercayaan dan solidaritas regional.
Kata kunci: Kebijakan Luar Negeri Selandia Baru, Pasifik, Māori, Migrasi Iklim,
Diskursus
14. Hubungan Internasional 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 27 Mar 2025 05:17 |
| Last Modified: | 19 Jun 2025 08:44 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/30902 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
