Anggiana, Yudith (2025) PROSES COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PROGRAM SETARA (SEMANGAT DUNIA REMAJA) UNTUK SISWA SMP OLEH PKBI JAWA TENGAH. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (795kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf - Submitted Version Download (821kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf - Submitted Version Download (497kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (735kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf - Submitted Version Download (21kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (137kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, remaja menghadapi
tantangan kompleks terkait perilaku sosial, termasuk meningkatnya risiko
pergaulan bebas yang berdampak pada kesehatan reproduksi dan kasus
HIV/AIDS. Fenomena ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aspek
sosial, ekonomi, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses
collaborative governance dalam penanganan pergaulan bebas di kalangan remaja
melalui Program SETARA (Semangat Dunia Remaja) yang diinisiasi oleh
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah bekerja sama
dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui
wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa implementasi collaborative governance dalam Program
SETARA telah berjalan efektif dengan adanya sinergi antara PKBI dan Dinas
Pendidikan. Keberhasilan program didukung oleh pelatihan guru, serta partisipasi
aktif siswa dan komunitas. Namun, proses pelaksanaan masih menghadapi
kendala, seperti kurangnya komitmen dari beberapa pemangku kepentingan,
hambatan komunikasi dan koordinasi antar lembaga, serta keterbatasan sumber
daya dalam bentuk anggaran dan tenaga profesional. Dalam konteks collaborative
governance, penelitian ini menemukan bahwa peran masing-masing aktor dalam
program sangat menentukan efektivitas implementasi. PKBI berperan dalam
menyediakan materi edukasi dan pelatihan bagi guru, sementara Dinas Pendidikan
memfasilitasi kebijakan dan implementasi di sekolah dan guru bertindak sebagai
pelaksana utama di tingkat institusi pendidikan, sedangkan komunitas dan orang
tua turut serta dalam mendukung keberlanjutan program. Temuan ini menegaskan
pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program pendidikan
kesehatan reproduksi yang berkelanjutan untuk menciptakan generasi remaja yang
lebih sadar akan kesehatan diri dan lingkungan sosialnya.
Kata Kunci: Collaborative governance, Program SETARA, Kesehatan
Reproduksi, PKBI, Remaja.
77 Adpub 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Public Administration |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 21 Apr 2025 07:01 |
| Last Modified: | 21 Apr 2025 07:01 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/30826 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
