Search for collections on Undip Repository

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN BABY BLUES SYNDROME PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN LIMO, KOTA DEPOK

SALSABILA, MUTIARA (2025) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN BABY BLUES SYNDROME PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN LIMO, KOTA DEPOK. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of REPO MUTIARA SALSABILA EDIT.pdf] Text
REPO MUTIARA SALSABILA EDIT.pdf - Published Version

Download (599kB)

Abstract

Baby blues syndrome adalah gangguan kecemasan jangka pendek yang dialami oleh ibu pascapersalinan. Selain perubahan hormonal yang menjadi penyebab utamanya, terdapat faktor risiko lain seperti usia ibu dan aksesibilitas pelayanan kesehatan. Kecamatan Limo menjadi wilayah dengan persentase perkawinan dini tertinggi sebesar 19,82% dan juga merupakan wilayah dengan jumlah layanan dan tenaga kesehatan paling sedikit di Kota Depok. Baby blues syndrome dapat disebabkan oleh kurangnya kesadaran ibu dalam mencegah faktor-faktor risiko tersebut. Oleh karena itu, upaya pencegahan sangat penting dilakukan sejak masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan baby blues syndrome pada ibu hamil antara lain usia ibu, pengeluaran, pengetahuan ibu, sikap ibu, keyakinan terkait budaya berisiko, kondisi ANC, akses informasi, sikap dan perilaku suami, sikap dan perilaku keluarga, serta sikap dan perilaku tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan teknik purposive sampling. Populasi pada penelitian ini yaitu 154 ibu hamil, sampel pada penelitian ini sebanyak 66 ibu primipara atau ibu dengan usia reproduksi berisiko. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dilakukan analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku pencegahan baby blues syndrome dengan pengetahuan ibu (p-value 0,002), sikap dan perilaku suami (p-value 0,008), keyakinan terkait budaya berisiko, sikap ibu, sikap dan perilaku keluarga. Sementara itu, kondisi ANC (p-value 0,709), usia ibu, pengeluaran, akses informasi, sikap dan perilaku tenaga kesehatan tidak berhubungan secara signifikan dengan perilaku pencegahan baby blues syndrome. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan sikap positif pada ibu, disertai dukungan suami, keluarga, dan kesadaran terhadap budaya berisiko penting untuk membentuk perilaku pencegahan baby blues syndrome.
Kata Kunci: Postpartum, Baby Blues Syndrome, Perilaku Pencegahan

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Public Health
Divisions: Faculty of Public Health > Department of Public Health
Depositing User: endah nurkhayati
Date Deposited: 20 Mar 2025 06:53
Last Modified: 30 Jun 2025 01:50
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/30389

Actions (login required)

View Item View Item