Brilliant, Bintang (2025) “Sing Beling Sing Nganten” “Kegagalan Kebijakan Perlindungan Anak Terhadap Kasus Pernikahan Anak Usia Dini di Kabupaten Jembrana Tahun 2022”. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (635kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Submitted Version Download (526kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Submitted Version Download (470kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (565kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Submitted Version Download (251kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (275kB) |
Abstract
Fenomena Sing Beling Sing Nganten berkontribusi terhadap tingginya
angka pernikahan anak di Kabupaten Jembrana, meskipun regulasi telah diterapkan.
Tradisi ini menekankan bahwa anak yang tidak mengalami kehamilan sebelum
menikah tidak diharuskan untuk menikah. Namun, dalam praktiknya, fenomena ini
justru mendorong pernikahan anak sebagai solusi terhadap kehamilan di luar nikah.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami perilaku masyarakat dalam
mempraktikkan Sing Beling Sing Nganten serta menilai efektivitas kebijakan
perlindungan anak dalam menangani pernikahan usia dini.
Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan Richard Matland
dalam Kadji yang menyoroti hubungan antara kejelasan kebijakan dan tingkat
dukungan dalam implementasinya. Selain itu, penelitian ini juga merujuk pada teori
budaya praksis Pierre Bourdieu yang menekankan bagaimana habitus, modal, dan
ranah sosial membentuk perilaku individu dan kelompok. Perspektif ini membantu
dalam memahami bagaimana tradisi dan struktur sosial masyarakat Bali
berkontribusi terhadap keberlanjutan fenomena ini.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan
pendekatan triangulasi data melalui wawancara mendalam terhadap pemerintah
setempat, tokoh adat, dan individu yang menikah di usia dini. Triangulasi ini
bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai
faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan anak serta tantangan dalam
implementasi kebijakan perlindungan anak di Kabupaten Jembrana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Jembrana
menempatkan kehormatan tradisi di atas pertimbangan lainnya. Nilai-nilai sosial
yang menekankan pentingnya keturunan dan kehormatan keluarga berkontribusi
terhadap praktik pernikahan anak sebagai solusi terhadap kehamilan di luar nikah.
Kebijakan perlindungan anak yang berlaku masih bersifat preventif dan
menghadapi kendala dalam implementasi, seperti keterbatasan anggaran serta
rendahnya pemahaman masyarakat terhadap kebijakan tersebut. Oleh karena itu,
kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga adat sangat penting dalam
pengawasan anak serta penyelarasan nilai adat dengan norma yang berlaku,
sehingga kebijakan dapat lebih inklusif dan tidak hanya berfokus pada pencegahan,
tetapi juga pada penanganan dan rehabilitasi kasus pernikahan anak usia dini.
Kata Kunci: Sing Beling Sing Nganten, pernikahan anak, kebijakan perlindungan
anak, adat, Kabupaten Jembrana.
23 Ilmu Pemerintahan 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 21 Mar 2025 01:33 |
| Last Modified: | 21 Mar 2025 01:33 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/30359 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
