Saragih, Iwan and Priambodo, Agus (2025) Perbedaan Nilai Neutrophil to Lymphocyte Ratio (NLR) dan Platelet to Lymphocyte Ratio (PLR) Pada Pasien Dengan Fraktur Vertebrae ec. Tuberkulosis dengan Malignancy yang Dioperasi di Bagian Bedah Ortopedi Rumah Sakit Dr Kariadi Semarang Periode Januari 2021-Desember 2023. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK-KTI)
ABSTRAK-KTI.pdf Download (292kB) |
Abstract
Latar Belakang: Fraktur vertebra merupakan salah satu komplikasi serius yang dapat terjadi akibat berbagai kondisi medis, antara lain tuberkulosis tulang dan keganasan (misalnya metastasis kanker ke vertebra). Kondisi ini akan selalu menyebabkan peningkatan proses inflamasi dalam tubuh yang dapat diidentifikasi melalui Rasio Neutrofil terhadap Limfosit (RNL) dan Rasio Trombosit terhadap Limfosit (RNL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai RNL dan RNL pada pasien fraktur vertebra akibat TB maupun keganasan.
Metode: Penelitian observasional retrospektif dilakukan pada pasien fraktur vertebra yang menjalani operasi di Departemen Bedah Ortopedi RSUP Dr. Kariadi Semarang pada periode 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2023. Data demografi dan hasil pemeriksaan laboratorium diambil dari rekam medis. Analisis statistik dilakukan dengan analisis univariat dan disajikan dalam bentuk persentase dan frekuensi. Uji T atau uji Mann-Whitney digunakan untuk mengetahui perbedaan berdasarkan distribusi normalitasnya. Nilai diagnostik NLR dan PLR juga dianalisis menggunakan kurva Receiver Operating Characteristics (ROC) dan indeks Youden.
Hasil: Penelitian ini melibatkan 54 pasien fraktur vertebra. Rata-rata usia pasien adalah 41,77 ± 16,00 tahun dan didominasi oleh pasien perempuan (68,5%). Nilai Rasio Neutrofil terhadap Limfosit (NLR) secara signifikan lebih tinggi pada pasien fraktur vertebra akibat keganasan dibandingkan pasien TB (5,5 (IQR 3,92 – 13,39) vs 4,53 (IQR 2,91 – 6,96), p=0,020). Sebaliknya, nilai Rasio Trombosit terhadap Limfosit (PLR) tidak berbeda secara signifikan (p>0,05). Area di bawah kurva untuk NLR (0,69, interval kepercayaan [CI] 95%, 0,54 – 0,839) lebih besar daripada PLR (0,408, CI 95%, 0,246 – 0,571). Kesimpulan: NLR menunjukkan hasil yang berbeda secara signifikan dalam menentukan penyebab fraktur vertebra, baik tuberkulosis maupun keganasan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | NLR ,PLR, Vertebral Fracture, Malignancy |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 19 Mar 2025 02:07 |
| Last Modified: | 19 Mar 2025 02:07 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/30291 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
