Search for collections on Undip Repository

KONTROVERSI KEBIJAKAN: STUDI KASUS PENGERUKANPASIR LAUT BERDASARKAN PP NOMOR 26 TAHUN2023DI DESA MORODEMAK

Maghfur, Rizqi (2025) KONTROVERSI KEBIJAKAN: STUDI KASUS PENGERUKANPASIR LAUT BERDASARKAN PP NOMOR 26 TAHUN2023DI DESA MORODEMAK. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.

[thumbnail of 01_COVER.pdf] Text
01_COVER.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (430kB)
[thumbnail of 02_BAB I.pdf] Text
02_BAB I.pdf - Submitted Version

Download (764kB)
[thumbnail of 03_BAB II.pdf] Text
03_BAB II.pdf - Submitted Version

Download (1MB)
[thumbnail of 04_BAB III.pdf] Text
04_BAB III.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (753kB)
[thumbnail of 05_BAB IV.pdf] Text
05_BAB IV.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (304kB)
[thumbnail of 06_BAB V.pdf] Text
06_BAB V.pdf - Submitted Version

Download (186kB)
[thumbnail of 07_Daftar Pustaka.pdf] Text
07_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version

Download (405kB)
[thumbnail of 08_Lampiran.pdf] Text
08_Lampiran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Kontroversi kebijakan pada studi kasus pengerukan pasir laut berdasarkanPeraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 di Desa Morodemak menjadi isuyang menarik perhatian publik, hal ini disebabkan banyaknya pro dan kontradi
tengah masyarakat dan media sosial. Oleh karena itu, penelitianini
mengeksplorasi kontroversi kebijakan dan aktor siapa saja yang sedangmerepresentasikan power relations, interest dalam kontroversi serta bagaimanamasyarakat Desa Morodemak terdampak kebijakan tersebut. Perbedaan kepentingan menjadi faktor timbulnya kontroversi kebijakandan penolakan masyarakat. Kementerian Kelautan dan Perikanan RepublikIndonesia menjadi pemilik kebijakan yang seharusnya mampumengkoordinasikan dengan sektor lain supaya ketidakpastian dapat diminimalisir. Colaborative Government menjadi salah satu upaya untuk meminimalisir pro- kontra kebijakan dan meminimalisir penyimpangan. Peran masyarakat sangat
dibutuhkan dalam pastisipasi proses perencanaan hingga pengawasan gunamenciptakan kebijakan yang dibutuhkan. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif deskriptif untuk menganalisis hasil wawancara mendalamdengannarasumber serta melalui hasil observasi secara langsung. Perbedaan pembacaan atau analisisi kebijakan didukung tidak adanyaketerlibatan masyarakat di dalam proses perencanaan kebijakan menjadi akar
timbulnya gejolak masyarakat. Disisi lain eksekusi yang tidak multisektor
kementerian menjadikan kebijakan ini semakin tidak pasti. Perlu adanyakerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan KementerianEnergi dan Sumber Daya Mineral agar pemanfaatan pasir laut dapat sesuai denganketerbutuhan. Kontroversi kebijakan membawa ketakutan dampak yang timbul di
tengah masyarakat dan penolakan menjadi respon masyarakat akan kebijakanyang tidak berpihak. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan penelitianselanjutnya dan diharapkan dapat menjadi evaluasi oleh semua kementeriandalam membuat kebijakan agar tidak terjadi perdebatan sengit di tengahmasyarakat, sekaligus memberikan upaya kampanye kepada masyarakat agar
sadar akan perannya sebagai warga negara.

Kata Kunci: Kontroversi Kebijakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Power Relation, Interest, Keterdampakan
13. Ilmu Pemerintahan 2025

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Social Science and Political Science
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science
Depositing User: diana nirwani
Date Deposited: 11 Mar 2025 06:32
Last Modified: 11 Mar 2025 06:32
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/30064

Actions (login required)

View Item View Item