Search for collections on Undip Repository

ANALISIS PERAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN METESEH

GAZALI, ARIFAH FARSYAH RIYANDINI (2025) ANALISIS PERAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN METESEH. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of REPO ARIFAH.pdf] Text
REPO ARIFAH.pdf - Published Version

Download (430kB)

Abstract

Deteksi dini stunting di tingkat unit pelayanan kesehatan terkecil dilakukan di pos pelayanan terpadu yang dilaksanakan oleh kader posyandu. Kelurahan Meteseh, Kota Semarang memiliki satgas stunting dan posyandu aktif terbanyak yaitu 31 posyandu aktif dengan lebih 300 kader, tetapi masih memiliki kasus tertinggi di Kecamatan Tembalang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran kader posyandu dalam upaya pencegahan Stunting dengan kerangka kerja sistem input-proses-output. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui tiga metode pengumpulan data; 4 Forum Group Discussion bersama 20 kader posyandu sebagai informan utama yang dipilih dengan kriteria inklusi, 3 wawancara mendalam dengan informan triangulasi, serta observasi lapangan. Analisis data dilakukan dengan analisis tematik menggunakan aplikasi NVIVO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kader sebagai fasilitator memfasilitasi implementasi layanan sebagai perpanjangan tangan puskesmas dan sebagai katalisator solusi masalah kesehatan; kader sebagai komunikator berperan meneruskan informasi kesehatan dari puskesmas dan membangun jalur komunikasi, kader sebagai motivator menggerakkan peserta posyandu; kader sebagai edukator sebagai penyuluh gizi dan interpretasi KMS di posyandu. Sebagai administrator pelaksana sistem 5 meja posyandu, kader hanya melakukan tiga poin secara optimal, yaitu pendaftaran penimbangan, dan pencatatan. Kader junior mengalami banyak hambatan dan merasa sungkan dalam menjalankan tugas edukator, sementara kader senior mengalami kendala dalam pelaksanaan tugas penimbangan di posyandu. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan bagi kader junior untuk mendorong perannya sebagai edukator dan regenerasi kader yang dapat meneruskan kepengurusan karena terdapat beberapa tugas yang sulit dilakukan oleh kader senior.

Kata Kunci: Pencegahan Stunting, Posyandu, Peran Kader

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Public Health
Divisions: Faculty of Public Health > Department of Public Health
Depositing User: endah nurkhayati
Date Deposited: 10 Mar 2025 07:47
Last Modified: 10 Mar 2025 07:47
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/30047

Actions (login required)

View Item View Item