Ambarwati, Cici Novita and Lathifah, Af’idatul and Khumairoh, Izmy (2023) BUDAYA NALENI DALAM ACARA ADAT DI TANAH JAWA DESA KARANGTALOK, KECAMATAN AMPELGADING, PEMALANG. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU BUDAYA.
|
Text
Cici Novita Ambarwati 13060116120012.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Cici Novita Ambarwati 13060116120012_Cover.pdf Download (894kB) |
|
|
Text
Cici Novita Ambarwati 13060116120012_Bab I.pdf Download (136kB) |
|
|
Text
Cici Novita Ambarwati 13060116120012_Bab II.pdf Download (218kB) |
|
|
Text
Cici Novita Ambarwati 13060116120012_Bab III.pdf Restricted to Repository staff only Download (482kB) |
|
|
Text
Cici Novita Ambarwati 13060116120012_Bab IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (187kB) |
|
|
Text
Cici Novita Ambarwati 13060116120012_Bab V.pdf Download (10kB) |
|
|
Text
Cici Novita Ambarwati 13060116120012_Dafpus.pdf Download (142kB) |
Abstract
Tradisi Jawa melakukan tradisi naleni sebelum prosesi pernikahan pada masyarakat Desa Karangtalok, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah telah menjadi tradisi khas sebelum diadakan pernikahan yang juga dapat disebut budaya lokal. Naleni artinya mengikat atau dapat disebut dengan istilah “tunangan atau tukar cin-cin” karena ini mengacu pada seseorang yang telah terlibat dengan orang lain untuk waktu yang lama sehingga mereka merasa seperti diikat oleh seutas tali. Pokok masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana masyarakat desa tersebut mempraktikkan budaya naleni dan pemaknaan tradisi naleni. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif, ucapan atau tulisan, serta tingkah laku yang dilihat dari masyarakat sekitar, dengan menggambarkan keadaan di lokasi penelitian dengan data primer yang dihasilkan langsung dari orang-orang yang dipelajari dan didapat langsung di lapangan. Sumber data lainnya diperoleh dari wawancara dengan masyarakat yang bersangkutan, dan dokumentasi sebagai hasil dari gambaran tradisi naleni. Kesimpulan dari temuan peneliti adalah naleni merupakan suatu tradisi yang diwariskan dari nenek moyang melalui ritual pranikah dengan tujuan untuk mengikat pasangannya yang nantinya akan menjadi sepasang suami dan istri supaya ada ikatan yang pasti dan sudah jelas tujuannya serta dapat membawa nama baik bagi keluarga masing-masing yang melakukan tradisi naleni tersebut. Cincin merupakan salah satu simbol pada tradisi naleni serta barang atau makanan tertentu yang memiliki makna tersendiri. Menikah tanpa melakukan naleni boleh saja tetapi pada masyarakat sekitar yang diteliti oleh peneliti bisa memperoleh hukuman seperti: dikucilkan, diasingkan, dihina, dipandang rendah, dan diumpat oleh orang lain.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Mr UPT Perpus Undip |
| Date Deposited: | 08 Apr 2025 08:37 |
| Last Modified: | 08 Apr 2025 08:37 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/30006 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
