Search for collections on Undip Repository

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PETANI HORTIKULTURA DI DESA NGAGRONG KECAMATAN GLADAGSARI KABUPATEN BOYOLALI

SAPUTRI, RAHMANDA SANDY (2025) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PETANI HORTIKULTURA DI DESA NGAGRONG KECAMATAN GLADAGSARI KABUPATEN BOYOLALI. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of REPO RAHMANDA.pdf] Text
REPO RAHMANDA.pdf - Published Version

Download (440kB)

Abstract

Desa Ngagrong merupakan salah satu desa di Kecamatan Gladagsari dengan area pertanian terluas di Kecamatan Gladagsari. Pertanian di Desa Ngagrong tidak terpisahkan dari penggunaan pestisida. Penggunaan pestisida yang tidak aman dapat berdampak pada kualitas lingkungan serta menimbulkan berbagai masalah kesehatan pada petani, yang dapat mengganggu kerja enzim asetilkolinesterase yang dapat mempengaruhi tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada petani hortikultura di Desa Ngagrong, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 716 petani berjenis kelamin laki-laki, dengan jumlah sampel sebanyak 94 responden yang diambil menggunakan rumus Lemeshow. Teknik sampling yang diterapkan yaitu purposive sampling. Hasil analisis univariat menunjukkan sebanyak 44 responden (46,8%) mengalami hipertensi. Rata-rata tekanan darah sistolik responden yaitu 136,47 mmHg, sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik responden yaitu 86,29 mmHg. Frekuensi responden dengan masa kerja > 5 tahun yaitu 87 (92,6%), jumlah jenis pestisida ≥ 2 jenis yaitu 72 (76,6%), durasi penyemprotan > 3 jam sehari yaitu 20 (21,3%), frekuensi penyemprotan > 2 kali seminggu yaitu 16 (17%), waktu penyemprotan berisiko yaitu 12 (12,8%), arah penyemprotan berlawanan arah angin yaitu 57 (60,6%), praktik penggunaan APD tidak memenuhi yaitu 74 (78,7%), memiliki riwayat keluarga hipertensi yaitu 13 (13,8%), memiliki kebiasaan merokok yaitu 86 (91,5%), dan konsumsi garam > 2 kali seminggu yaitu 20 (21,3%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square menunjukkan hasil yaitu terdapat hubungan antara frekuensi penyemprotan dengan kejadian hipertensi (p=0,027) dengan PR=1,828 dan 95% CI = 1,240-2,698. Tidak terdapat hubungan antara variabel masa kerja (p=0,162), jumlah jenis pestisida (p=0,118), durasi penyemprotan (p=0,148), waktu penyemprotan (p=0,489), arah penyemprotan (p=0,729) dan praktik penggunaan APD (p=0,944) dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi penyemprotan pestisida dengan kejadian hipertensi.

Kata Kunci : Hipertensi, Pestisida, Petani Hortikultura

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Public Health
Divisions: Faculty of Public Health > Department of Public Health
Depositing User: endah nurkhayati
Date Deposited: 06 Mar 2025 06:21
Last Modified: 06 Mar 2025 06:21
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/29963

Actions (login required)

View Item View Item