Sanjaya, Boe Obet Agung and Suryanto, Agus and Kholis, Fathur Nur (2024) HUBUNGAN KADAR EOSINOFIL SERUM DENGAN DERAJAT KEPARAHAN BISINOSIS BERDASARKAN KRITERIA SCHILING PADA PEKERJA YANG TERPAPAR DEBU KAPAS DI PABRIK TEKSTIL X PEKALONGAN. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (Boe Obet Agung Sanjaya-22040220320017-Tesis Abstrak)
Boe Obet Agung Sanjaya-22040220320017-Tesis Abstrak.pdf Download (151kB) |
Abstract
Pendahuluan: Bisinosis adalah masalah pernapasan kronis yang berkaitan dengan pekerjaan. Paparan debu kapas dalam industri tekstil menyebabkan masalah paru dengan konsekuensi yang cukup besar. Keberadaan inhalan mampu mengaktivasi sistem imun, salah satunya eosinofil. Aktivasi eosinofil dapat menyebabkan bronkokonstriksi, sehingga menyebabkan berbagai gejala pernafasan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar eosinofil serum dengan derajat keparahan bisinosis yang dinilai berdasarkan kriteria Schiling pada pekerja pabrik tekstil.
Metode: Penelitian cross sectional melibatkan 38 pekerja terdiagnosis bisinosis yang dilakukan selama 1 Minggu dibulan September 2024 di pabrik tekstil Kota Pekalongan. Evaluasi dilakukan pada kadar eosinofil serum perifer dan derajat keparahan bisinosis yang diukur berdasarkan variabilitas gejala dan nilai forced expiratory volume 1s (FEV1) spirometer. Analisis dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis, Mann Whitney U dan Fisher exact. Hasil signifikan p<0.05.
Hasil: Pekerja pabrik tekstil yang terdiagnosis bisinosis memiliki rerata kadar eosinofil serum 283.68 ± 154.94 sel. Evaluasi mendapatkan 27 subjek (71 %) memiliki bisinosis derajat 1-2 dan 11 subjek (29%) memiliki bisinosis derajat 3. Kadar eosinofil secara signifikan lebih tinggi pada subjek bisinosis derajat 3 dibandingkan bisinosis derajat 1-2 (376.36 ± 192.83 sel vs 245.93 ± 121.44 sel; p=0.042). Nilai cut off eosinofil >275 sel memiliki sensitivitas 72.7% dan spesifisitas 67% sebagai prediktor bisinosis derajat 3. Subjek dengan kadar eosinofil serum > 275 sel memiliki risiko 5.3x (OR 5.33; CI95% 1.13-25.11) lebih tinggi untuk mengalami bisinosis derajat 3 dibandingkan subjek dengan kadar eosinofil serum <275 sel.
Simpulan: Terdapat hubungan antara kadar eosinofil serum dengan derajat keparahan bisinosis yang dinilai berdasarkan kriteria Schiling.
Kata kunci: bisinosis, debu kapas, eosinofil serum, pekerja industri tekstil
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | bisinosis, debu kapas, eosinofil serum, pekerja industri tekstil |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 03 Mar 2025 03:52 |
| Last Modified: | 03 Mar 2025 03:52 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/29803 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
