WULANNANDA, AMALIA and ANWAR, SYAIFUL and KUSMIYATI, FLORENTINA (2022) KAJIAN PENAMBAHAN KINETIN DAN 2,4-D TERHADAP PERTUMBUHAN KULTUR JARINGAN TANAMAN PISANG BARANGAN (Musa Paradisiaca L.) PADA FASE SUBKULTUR. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan Dan Pertanian.
|
Text
BAB 1-3_AMALIA WULANNANDA_AGROEKOTEKNOLOGI_23020217140024.pdf - Submitted Version Download (471kB) |
|
|
Text
Skripsi_Amalia Wulannanda_Agroekoteknologi_ 23020217140024.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi kinetin dan 2,4-D
(Dichlorophenoxy Acetic Acid) yang berbeda terhadap pertumbuhan kultur jaringan
pisang barangan (Musa parasidiaca L.) pada fase subkultur. Penelitian dilakukan pada
bulan September – Desember 2021 di Ruangan Kultur Jaringan, Laboratorium
Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas
Diponegoro Semarang. Penelitian menggunakan rancangan faktorial 4x4 dengan dasar
Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi
kinetin dengan taraf perlakuan yaitu K0 : 0 mg/L, K1 : 2,5 mg/L, K2 : 5 mg/L, K3 : 7,5
mg/L. Faktor kedua adalah konsentrasi 2,4-D dengan taraf perlakuan yaitu D0 : 0 mg/L,
D1 : 0,5 mg/L, D2 : 1 mg/L, D3 : 1,5 mg/L. Kombinasi perlakuan sebanyak 16
perlakuan dan 3 ulangan, sehingga terdapat 48 unit percobaan yang setiap unit
percobaan terdiri dari 1 buah eksplan pisang barangan. Pemberian kinetin dan 2,4-D
dilakukan dengan pembuatan larutan stok 100 mg/L dan pengambilan tiap perlakuan
bersamaan dengan pengambilan larutan stok makro, mikro, besi dan vitamin untuk
kemudian ditambah akuades. Parameter yang diamati meliputi waktu muncul tunas,
jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah daun, jumlah akar, persentase kemunculan tunas,
dan persentase keberhasilan kultur. Data hasil penelitian dianalisis dengan Analysis Of
Variance (ANOVA) dan pada perlakuan berpengaruh nyata terhadap parameter yang
diamati maka dilanjutkan dengan uji beda nyata menggunakan Duncan’s Multiple
Range Test (DMRT) pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi Kinetin dan
konsentrasi 2,4-D terjadi pada parameter jumlah daun dan persentase kemuculan tunas.
Perlakuan konsentrasi Kinetin 5 mg/l (K2) memberikan hasil terbaik pada parameter
jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah akar, jumlah daun, dan persentase kemunculan
tunas. Perlakuan 2,4-D 0 mg/l (D0) memberikan hasil terbaik pada parameter waktu
muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah akar, jumlah daun, dan persentase
kemunculan tunas.
Simpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu interaksi antara
konsentrasi Kinetin dan konsentrasi 2,4-D terjadi pada parameter jumlah daun dan
persentase kemuculan tunas. Terdapat interaksi antara Kinetin dan 2,4-D pada
parameter jumlah daun dan persentase kemunculan tunas. Perlakuan konsentrasi
Kinetin 5 mg/l memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah tunas, tinggi tunas,
dan jumlah akar. Konsentrasi 2,4-D 0 mg/l memiliki hasil terbaik pada semua
parameter sehingga penambahan 2,4-D pada media subkultur memberikan efek
penurunan pada hasil di semua parameter.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agroecotechnology |
| Depositing User: | Aulia Habib |
| Date Deposited: | 28 Feb 2025 02:59 |
| Last Modified: | 28 Feb 2025 02:59 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/29764 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
