Kumaladewi, Caresa Ajeng (2025) PERAN DINAS KESEHATAN DALAM PENANGGULANGAN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV)/ACQUIRED IMMUNODEFICIENCY SYNDROME (AIDS) DI KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Submitted Version Download (941kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (565kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (579kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Kota Semarang merupakan daerah dengan jumlah penemuan kasus baru HIV/AIDS
tertinggi di Jawa Tengah. Lebih dari sebagian besar kasus HIV/AIDS di Kota
Semarang ditemukan pada usia produktif dan telah menimbulkan kasus kematian
yang disebabkan oleh AIDS. Dinas Kesehatan selaku penyelenggara urusan
kesehatan di Kota Semarang diindikasi belum berperan optimal dalam
penanggulangan HIV/AIDS. Oleh karenanya penelitian ini mempunyai tujuan,
yaitu menganalisis peran Dinas Kesehatan dalam penanggulangan HIV/AIDS di
Kota Semarang beserta dengan faktor penghambatnya. Penelitian ini mengacu pada
teori peran Jam Ife & Frank Tesoriero yang meliputi peran fasilitatif, peran
edukasional, peran representatif, serta peran teknis. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan melalui metode
wawancara, studi dokumentasi, serta observasi. Hasil penelitian memberikan
gambaran, yaitu dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kota Semarang, Dinas
Kesehatan secara umum telah menjalankan perannya, namun pada pelaksanaan
peran fasilitatif, edukasional, dan teknis diketahui belum berjalan optimal sebab
ditemukan sejumlah permasalahan, yaitu keterbatasan persediaan obat ARV TLE,
keterbatasan sumber daya manusia, permasalahan stigma, kegiatan pelatihan yang
terkendala pada waktu dan pekerjaan, serta keterlambatan petugas dalam
melakukan pendataan. Sementara faktor penghambat terdiri dari role transition,
role distance, serta role conflict. Adapun saran yang diberikan, yaitu mengganti
sementara obat ARV TLE kombinasi menjadi tunggal, mengadakan kunjungan
layanan malam ke puskesmas favorit, menggandeng relawan HIV/AIDS, menjalin
kerja sama dengan Perguruan Tinggi Kesehatan dan Unit Kegiatan Mahasiswa
(UKM), serta membuat pesan peringatan otomatis melalui email.
Kata Kunci: Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), Penanggulangan HIV/AIDS,
Peran Dinas Kesehatan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Public Administration |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 26 Feb 2025 08:16 |
| Last Modified: | 26 Feb 2025 08:16 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/29683 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
