Putri, Azzahra Alifia (2025) COMMITMENT TO THE PROCESS DALAM PROGRAM “DASHAT” DI DESA SURENGEDE DITINJAU DARI PERSPEKTIF COLLABORATIVE GOVERNANCE. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (771kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf - Submitted Version Download (852kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf - Submitted Version Download (872kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf - Submitted Version Download (252kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA (1).pdf - Submitted Version Download (244kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Collaborative Governance merupakan salah satu upaya pemerintah dalam
mengentaskan berbagai masalah publik. Berdasarkan penelitian terdahulu, salah
satu hal yang menjadi hambatan dalam proses collaborative governance adalah
commitment to the process yang dimiliki oleh para stakeholders. Penelitian ini
membahas mengenai commitment to the process dalam mengentaskan stunting.
Penelitian ini mengambil Desa Surengede menjadi lokus penelitian. Desa
Surengede menjadi pilot project dari program DASHAT. Program ini diinisiasi oleh
BKKBN RI yang kemudian dilaksanakan oleh DPPKBPPPA Kabupaten Wonosobo
dengan menggandeng stakeholder lain seperti LPTP Wonosobo, bidan desa, dan
kader posyandu setempat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan
pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
commitment to the process dalam program DASHAT di Desa Surengede ditinjau
dari perspektif collaborative governance dikaji dengan elemen mutual recognition
of interdependence, shared ownership of process, dan exploring to mutual gains
serta untuk mengetahui faktor-faktor commitment to the process.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan commitment to the
process dalam program DASHAT di Desa Surengede oleh para stakeholder belum
sempurna. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa dimensi yang belum terpenuhi serta
pemahaman stakeholder mengenai stunting sangat minim. Selain itu, terdapat
beberapa faktor dari commitment to the process yang menjadi faktor pendorong dan
faktor penghambat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis
merekomendasikan beberapa saran salah satunya yaitu pemberian edukasi terkait
stunting oleh DPPKBPPPA Kabupaten Wonosobo kepada para kader posyandu
secara berkala sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman kader posyandu
mengenai stunting.
Kata Kunci: Collaborative Governance, stakeholder, stunting
11 Administrasi Publik 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Public Administration |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 20 Feb 2025 07:02 |
| Last Modified: | 20 Feb 2025 07:02 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/29549 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
