Aprilia, Cika and Priyadi, Budi Puspo and Ramadhan, Dani Muhammad (2023) PENCANANGAN SUKU “BADUY DALAM” SEBAGAI PARIWISATA BUDAYA. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU BUDAYA.
|
Text
CIKA APRILIA_13040219120011_cover.pdf Download (800kB) |
|
|
Text
CIKA APRILIA_13040219120011_Bab I.pdf Download (504kB) |
|
|
Text
CIKA APRILIA_13040219120011_Bab II.pdf Download (676kB) |
|
|
Text
CIKA APRILIA_13040219120011_Bab III.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
CIKA APRILIA_13040219120011_Bab IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
CIKA APRILIA_13040219120011_Bab V.pdf Download (340kB) |
|
|
Text
CIKA APRILIA_13040219120011_dafpus.pdf Download (353kB) |
|
|
Text
CIKA APRILIA_13040219120011.pdf Download (3MB) |
Abstract
Kehidupan Suku Baduy Dalam khususnya Kampung Cibeo yang masih terikat dengan hukum adat serta kebudayaan yang masih dijaga dengan baik, membuat daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke kawasan mereka. Namun, kunjungan wisatawan dan menempatkan Suku Baduy Dalam sebagai obyek mendapat penentangan, pada tahun 2020 Suku Baduy menolak dijadikan destinasi wisata. Menurut mereka, ini akan merusak kebudayaan mereka karena menempatkan mereka, seperti tontonan hidup. Dalam aturan adat tidak diperbolehkan adanya wisata, mereka lebih menyepakati penggunaan istilah saba budaya atau silaturahmi. Pencanangan “Suku Baduy Dalam” sebagai pariwisata budaya didukung oleh adanya kegiatan open trip oleh Wisata Suku Baduy Dalam (WISUBA ) jasa layanan perjalanan yang sudah berdiri sejak tahun 2015. Teori yang digunakan dalam analisis ini, yaitu teori Li Yang untuk melihat dampak yang terjadi dari pencanangan, untuk menganalisis latar belakang, posisi penempatan menggunakan teori keilmuan antropologi wisata tuan rumah dan tamu dari Nunez. Untuk menganalisis strategi batas yang diterapkan Suku Baduy Dalam menggunakan teori Barth, yaitu batas etnik. Jenis penelitian ini menggunakan metode etnografi. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Dari hasil analisis, menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut : (1) Suku Baduy Dalam tidak menolak adanya kegiatan wisata selama tidak mengganggu kegiatan sehari-hari mereka, (2) Kampung Cibeo membuka diri untuk kegiatan wisata karena nenek moyang mereka sudah melakukan hal tersebut, (3) posisi penempatan Suku Baduy Dalam sebagai tuan rumah dibantu oleh pihak WISUBA dengan kerjasama yang saling menguntungkan, (4) dampak yang terjadi adanya hubungan tuan rumah dan tamu ialah komodifikasi budaya serta kerusakan ekologi sampah plastik, (5) strategi batas etnik adalah bentuk menjaga eksistensi mereka dari hubungan kegiatan wisata antara tuan rumah dan tamu yang terjalin.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Mr UPT Perpus Undip |
| Date Deposited: | 18 Mar 2025 06:45 |
| Last Modified: | 18 Mar 2025 07:11 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/29439 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
