Search for collections on Undip Repository

Latihan Gerak dan Stimulasi Pijat Baduta untuk Meningkatkan Panjang Badan melalui Peningkatan Kadar Osteocalcin pada Bayi Stunting Usia 6-11 Bulan

Sutarmi, Sutarmi and Susanto, Hardhono and Mexitalia, Maria (2024) Latihan Gerak dan Stimulasi Pijat Baduta untuk Meningkatkan Panjang Badan melalui Peningkatan Kadar Osteocalcin pada Bayi Stunting Usia 6-11 Bulan. Doctoral thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
SUTARMI_22010119510005_DISERTASI_ABSTRAK.pdf

Download (179kB)

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah pertumbuhan pada tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya, bukan hanya disebabkan kekurangan gizi kronis tetapi juga rendahnya stimulasi dan adanya infeksi berulang.
Tujuan: Untuk mengetahui efikasi intervensi latihan gerak dan stimulasi pijat baduta dapat meningkatkan panjang badan menurut umur (z-score PB/U) melalui peningkatan kadar osteocalcin bayi stunting usia 6-11 bulan.
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental pre-test and post-test with control group design. Sebanyak 80 bayi stunting menjadi subjek penelitian, terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol. Kedua kelompok mendapatkan intervensi gizi yang sama sesuai dengan program penatalaksanaan stunting dari puskesmas dan penambahan satu telur per hari yang diberikan bersamaan pada saat makan pagi atau makan siang. Kelompok intervensi mendapat tambahan intervensi latihan gerak dan stimulasi pijat baduta dengan frekuensi dua kali sehari selama 30 menit setiap sesinya, pada waktu pagi dan sore hari setelah mandi selama 12 minggu. Pengamatan dan pengukuran panjang badan (z-score PB/U) dan kadar osteocalcin dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisa menggunakan univariat, bivariat dan multivariat dengan analisis jalur.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna setelah diberikan intervensi pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol dalam parameter panjang badan meningkat 3,97 cm lebih tinggi (p<0,001), z-score PB/U meningkat 1,64 SD lebih besar (p<0,001), dan kadar osteocalcin meningkat 17,81 ng/dl lebih tinggi (p<0,001) pada kelompok perlakuan. Perubahan sebelum dan sesudah intervensi juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam panjang badan sebesar 3,17cm dan z-score PB/U (1,38 SD) (p<0,001), serta peningkatan kadar osteocalcin (11,5 ng/dl lebih tinggi) pada kelompok perlakuan (p<0,001). Analisis jalur menunjukkan pengaruh langsung intervensi terhadap kadar osteocalcin (0,67 kali) dan panjang badan (0,91 kali), namun pengaruh tidak langsung melalui osteocalcin tidak signifikan 0,24% (p>0,05). Intervensi berpengaruh signifikan terhadap panjang badan sebesar 0,91 kali, sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya seperti jenis kelamin, tinggi badan orang tua, asupan gizi, pola tidur, pola asuh, dan riwayat infeksi.
Kesimpulan: Latihan gerak dan stimulasi pijat berpengaruh signifikan terhadap panjang badan menurut umur (z-score PB/U) bayi stunting, dengan faktor lain genetik, asupan gizi, status kesehatan dan lingkungan juga berperan. Tidak ada pengaruh tidak langsung melalui osteocalcin terhadap panjang badan.
Kata Kunci: Stunting; latihan gerak; stimulasi pijat; kadar osteocalcin, panjang badan

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Stunting; latihan gerak; stimulasi pijat; kadar osteocalcin, panjang badan
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Doctor Program of Medical Science
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 03 Jan 2025 03:54
Last Modified: 03 Jan 2025 03:54
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28986

Actions (login required)

View Item View Item