Fitriyani, Dian (2024) MALAPRAKTIK PEMILIHAN KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KOTA CIREBON TAHUN 2018. Masters thesis, Master Program In Political Science.
|
Text
COVER.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (644kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (205kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (300kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Published Version Download (15kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (240kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas mengenai Pemilihan Kepala Daerah Kota Cirebon Tahun 2018 yang ditolak oleh pasangan calon Bamunas Setiawan dan Effendi Edo. Penolakan tersebut didasari atas adanya keputusan Ketua KPU yang cacat hukum dan timbul akibat adanya dugaan manipulasi yang dilakukan oleh penyelenggara Pilkada Kota Cirebon tahun 2018 pada tata kelola Pemilu. Manipulasi tersebut diduga terjadi karena adanya pembukaan kotak suara melawan hukum di 24 TPS pada saat Pilkada Kota Cirebon tahun 2018. Kondisi tersebut kemudian diperparah dengan abainya Ketua KPU kota Cirebon tahun 2018 terhadap PSU oleh panwascam. Kemelut kemudian digugat oleh paslon Bamunas- Edo (OKE) kepada Mahkamah Konstitusi. Melalui persidangan Mahkamah Konstitusi, insiden tersebut terbukti melanggar aturan Pilkada sebagai mestinya. Mahkamah Konstitusi menjatuhi Pemungutan Suara Ulang sebagai bentuk pertanggungjawaban KPU Kota Cirebon untuk mengatasi kemelut yang terjadi. Selaras dengan hal tersebut kemudian penelitian bertujuan meneliti kemelut yang terjadi pada Pilkada Kota Cirebon tahun 2018 sebagai bentuk malapraktik yang dilakukan oleh penyelenggara Pemilu.
Penelitian ini mengadopsi pendekatan malapraktik Pemilu (Birch, 2011) dan pendekatan tata kelola Pemilu (IDEA, 2001) untuk menganalisis kedalaman permasalahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang mengadopsi metode Creswell (2013). Sumber data dari penelitian ini diperoleh dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka yang berkaitan dengan Pilkada Kota Cirebon tahun 2018.
Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya prakondisi yang memperkeruh Pilkada Kota Cirebon tahun 2018 atas adanya insiden pembukaan kotak suara yang dilakukan oleh PPS di 24 TPS di Kota Cirebon. Insiden tersebut kemudian juga didukung adanya kelalaian pengiriman kotak suara pada PPK, minimnya pengetahuan penyelenggara Pemilu, minimnya komunikasi antar KPU Kota Cirebon dan Panwaslu Kota Cirebon tahun 2018, serta penolakan rekomendasi PSU yang diberikan Panwascam oleh KPU. Faktor penyebab dari peristiwa tersebut tidak lain tidak bukan karena keterbatasan penyediaan kualitas SDM penyelenggara Pemilu pada Pilkada Kota Cirebon tahun 2018 yang kemudian mendorong adanya tindakan yang tidak profesional dari KPU Kota Cirebon. Peneliti memberikan rekomendasi bagi penelitian sejenis untuk mengadopsi teori yang sama dan memperkaya informan penelitian agar penelitian sejenis memiliki kompleksitas data yang beragam.
Kata Kunci: Malapraktik Pilkada, KPU, Kota Cirebon
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Political Science |
| Depositing User: | Febriana MIPOL |
| Date Deposited: | 31 Dec 2024 07:34 |
| Last Modified: | 31 Dec 2024 07:34 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28907 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
