Pramudyatama, Restu Pandu (2024) POST-COLONIALISM: ANALISA REPRESENTASI KULIT HITAM MELALUI PRAKTIK BLACKFACE DALAM FASHION SHOW FIT 2020 SEBAGAI CERMINAN RELASI KUASA KOLONIAL YANG MASIH BERKELANJUTAN DI AMERIKA SERIKAT PADA ABAD KE-21 MELALUI KONSEP HIBRIDITAS. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
1. COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (494kB) |
|
|
Text
2. BAB I.pdf - Submitted Version Download (502kB) |
|
|
Text
3. BAB II.pdf - Submitted Version Download (535kB) |
|
|
Text
4. BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (137kB) |
|
|
Text
5. BAB IV.pdf - Submitted Version Download (30kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (170kB) |
|
|
Text
7. LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (986kB) |
Abstract
Rasisme merupakan suatu doktrin yang menolak suatu golongan dikarenakan
perbedaan ras, suku, agama, dsb. Rasisme di Amerika bermula dari hadirnya imigran
Britania yang biasa disebut sebagai WASP (White-Anglo Saxon Protestant) pada abad
ke-16 yang kemudian menyebarkan pemikiran yang mereka bawa dari Britania
mengenai kebebasan, belief bahwasannya merekalah yang mewarisi kehormatan serta
mewarisi prinsip-prinsip terhadap politik serta tatanan pemerintahan, serta belief
bahwasannya keturunan mereka serta orang-orang kulit putih merupakan ras paling
sempurna yang mana hal tersebut melahirkan dominasi kaum kulit putih (white
supremacy) di Amerika pada saat itu. Hadirnya white supremacy di Amerika serikat
menimbulkan sejumlah isu rasial secara aksi seperti perbudakan, pemberantasan kaum
kulit hitam, maupun secara psikologis seperti minstrelsy (pertunjukkan teater) yang
mengandung unsur blackface.
Walaupun saat ini perunjukkan minstrelsy blackface sudah tidak ada namun
praktik blackface masih seringkali hadir dalam berbagai event seperti beberapa parade,
pertunjukkan busana, iklan, fashion show, dsb, yang tercipta dari rasisme intstitusional
(systematic racism), lantas hal ini menjadi pertanyaan, bagaimana representasi kulit
hitam melalui praktik blackface dalam fashion show FIT) (Fashion Institute of
Technology)2020 merefleksikan keberlanjutan hegemoni kulit putih dalam industri
fashion Amerika Serikat?. Penelitian ini menggunakan Teori post-kolinialisme sebagai
pondasi dalam menjelaskan bahwasannya hadirnya minstrelsy blackface memberikan
gap atau pembatas antara orang kaum kulit putih dan kaum kulit hitam, serta
menggunakan konsep hibriditas sebagai pisau analisis yang menjelaskan mengenai
vii
adanya cultural appropriation yang terdjadi dalam kasus blackface FIT 2020, liminal
space atau ruang ketiga yang digunakan untuk menjelaskan mengenai designer
eksplorasi identitas yang melewati batasan-batasan, dan mimikri yang digunakan untuk
menjelaskan mengenai representasi dan dampaknya secara internal, regional, maupun
internasional.
Kata Kunci: Rasisme, Isu rasial di amerika serikat, Blackface, Post-kolonialisme,
Hibriditas, FIT
133 HI 2024
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 31 Dec 2024 06:02 |
| Last Modified: | 31 Dec 2024 06:02 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28901 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
