Putri, Clarista Dhini Yosa (2024) PROSES COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PELAYANAN REMAJA BERMASALAH DI BALAI PERLINDUNGAN DAN REHABILITASI SOSIAL REMAJA YOGYAKARTA. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (787kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Submitted Version Download (896kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (107kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (264kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Permasalahan pelayanan remaja bermasalah di Balai perlindungan dan Rehabilitasi
Sosial Remaja Yogyakarta tidak dapat diatasi satu pihak saja namun perlu
kolaborasi dengan berbagai instansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
proses Collaborative Governance dan faktor penghambat dan pendorong dalam
pelayanan remaja bermasalah di Balai perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja
Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan teori Ansell dan Gash pada proses
Collaborative Governance dan faktor penghambat dan pendorongnya. Metode
penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data
berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tentang proses kolaborasi
menunjukan hasil proses dialog tatap muka tidak memiliki keseriusan mengenai
pertemuan rutin yang dilakukan secara bersama sehingga proses ini belum
maksimal, proses membangun kepercayan atas dasar kesamaan instansi dan adanya
kordinasi komunikasi, proses komitmen masih ada sebagaian aktor yang tidak
saling ketergantungan memberikan pelayanan kepada remaja bermasalah, proses
pemahaman bersama terhadap aktor sudah memberikan pelayanan meskipun ada
yang tidak membawa visi dan misi, dan proses hasil sementara kolaborasi berbasis
pelayanan berupa perkembangan anak-anak selama mendapatkan pelayanan dan
dibutuhkan implementasi dari pihak BPRSR. Faktor penghambat proses
Collaborative Governance dalam pelayanan remaja bermasalah yaitu keterbatasan
sumber daya manusia dan sumber daya modal serta tidak adanya MOU. Faktor
pendorong yaitu insentif partisipasi dan pemimpin kolaborasi sebagai penggerak
kegiatan. Saran dari penelitian ini adalah diperlukan forum koordinasi seluruh aktor
terlibat, dari hasil sementara perlu implementasi lebih lanjut BPRSR melalui survei,
memperluas kerja sama dengan CSR pada anggaran dan pembuatan MOU
kolaborasi seluruh aktor yang terlibat.
Keywords : Kolaborasi, Pelayanan, Remaja Bermasalah
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Public Administration |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 31 Dec 2024 01:40 |
| Last Modified: | 31 Dec 2024 01:40 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28846 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
