NATASHA, ANINDITA PUTRI (2024) PROSES COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN STUNTING DI KELURAHAN BANDARHARJO KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
1. COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
2. BAB I.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text
3. BAB II.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text
4. BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
5. BAB IV.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text
6. Daftar pustaka.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text
7. Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Stunting adalah salah satu urgensi kesehatan yang memiliki dampak signifikan
terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, yang mempengaruhi
kualitas anak tersebut di masa depan. Penanganan stunting memerlukan kerjasama
antara berbagai pemangku kepentingan melalui proses collaborative governance.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses collaborative governance dalam
penanganan stunting di Kelurahan Bandarharjo, Kota Semarang, serta analisis
faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan proses tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan
desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan
stakeholders terkait, observasi langsung di lapangan, dan studi pustaka untuk
mendalami teori-teori yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun
ada upaya kolaboratif yang aktif, proses penanganan stunting di Kelurahan
Bandarharjo Kota Semarang masih belum optimal. Proses kolaborasi antara
pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat belum berjalan secara menyeluruh dan
efektif. Faktor pendukung utama yang ditemukan adalah kebijakan pemerintah
yang mendukung program penurunan stunting serta adanya komitmen politik dari
pemimpin daerah. Namun, faktor penghambat yang dominan adalah rendahnya
tingkat kepercayaan antar pemangku kepentingan, keterbatasan dana, masalah
budaya yang menghambat perubahan pola makan, serta kurangnya koordinasi dan
evaluasi yang terstruktur. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan frekuensi
pertemuan rutin untuk memperkuat kepercayaan antar pemangku kepentingan dan
meningkatkan koordinasi. Diperlukan juga rencana aksi yang terukur dengan
evaluasi berkala, serta pendekatan berbasis budaya dan edukasi gizi untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat. Program seperti Gemarikan dapat
dioptimalkan untuk mendorong konsumsi protein melalui edukasi dan akses bahan
makanan bergizi.
KataiKunci: Bandarharjo, Collaborative Governance, Partisipasi Masyarakat,
Pola Asuh, Stunting.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Public Administration |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 30 Dec 2024 06:53 |
| Last Modified: | 30 Dec 2024 06:53 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28795 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
