KUSUMANINGTYAS, WINUGRAHENI (2024) DIBALIK FENOMENA CALON KADES SUAMI- ISTRI: ANALISIS MUNCULNYA CALON BONEKA PADA PILKADES DI DESA TLOGOWATU KABUPATEN KLATEN TAHUN 2023. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
HALAMAN JUDUL.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
Text
BAB 1_WINU.pdf - Submitted Version Download (10MB) |
|
|
Text
BAB II_WINI.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text
BAB III_WINU.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (13MB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Lampiran fix.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (662kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas fenomena pencalonan suami-istri dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, yang menimbulkan paradoks antara praktik demokrasi semu dan konsekuensi regulasi Pilkades yang tidak kontekstual terhadap kondisi sosial masyarakat. Studi ini bertujuan menganalisismodal yang dimiliki petahana dan pengaruhnya terhadap dinamika demokrasi di tingkat lokal. Lalu membahas bagaimana sistem pemilihan dapat menciptakan praktik pencalonan suami- istri. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus.Dengan menggunakan teori praktik sosial Pierre Bourdieu untuk menganalisis modal yang dimiliki petahana dan teori demokrasi Huntington sebagai kerangka analisis, penelitian ini menemukan bahwa dominasi modal ekonomi, sosial, kultural, dan simbolik petahana menciptakan ketidakinginan bagi calon lain untuk bersaing. Regulasi yang mewajibkan minimal dua calon dalam Pilkades semakin memperkuat dominasi ini, memaksa petahana mencalonkan istrinya sebagai calon formal untuk memenuhi persyaratan administratif. Istri dipilih karena alasan strategis dianggap tidak mengancam kekuatan petahana dan perempuan sering kali hanya dijadikan calon boneka tidak dipandang sebagai subjek politik yang mandiri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa fenomena pencalonan suami-istri lebih merupakan konsekuensi dari sistem regulasi yang tidak kontekstual dengan realitas sosial masyarakat, dibandingkan praktik manipulasi demokrasi. Regulasi yang tidak fleksibel gagal mengakomodasi kondisi sosial-politik masyarakat desa yang didominasi petahana. Penelitian ini merekomendasikan untukpenelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dampak peraturan terbaru terkait calon tunggal terhadap partisipasi masyarakat, legitimasi kepemimpinan, dan kualitas demokrasi di tingkat desa.
Kata Kunci: Pilkades,Calon Suami- Istri, Modal, Demokrasi Lokal, Regulasi
196 Pem 2024
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 27 Dec 2024 04:39 |
| Last Modified: | 27 Dec 2024 04:39 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28622 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
