Febriyani, Rizka (2024) REPRESENTASI ABLEISM PENYANDANG DISABILITAS DALAM FILM AGAK LAEN. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (325kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf - Submitted Version Download (229kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf - Submitted Version Download (102kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf - Submitted Version Download (238kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (92kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf - Submitted Version Download (79kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (151kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (591kB) |
Abstract
Film Agak Laen merupakan film populer bergenre komedi di Indonesia
yang menampilkan karakter penyandang disabilitas. Film Agak Laen
mendapatkan kritik karena terdapat candaan serta adegan yang menampilkan
tindak diskriminasi. Meskipun begitu sutradara film Agak Laen membantah
tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa tidak ada adegan dan dialog yang
bersifat diskriminatif. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana posisi film terkait dengan ableism yang merupakan diskriminasi
kepada penyandang disabilitas dalam film serta memahami ideologi yang ingin
disampaikan lewat adegan yang berkaitan dengan karakter penyandang disabilitas.
Penelitian ini menggunakan teori critical disability theory oleh Tonette S. Rocco,
social construction theory oleh Berger dan Luckmann dan pemahaman medical
model dan social model penyandang disabilitas. Metode penelitian menggunakan
tipe deskriptif kualitatif dengan paradigma kritis menggunakan teknis analisis
John Fiske. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Film Agak Laen menampilkan
penyandang disabilitas dalam level realitas sebagai orang yang kaku, tertindas,
tidak percaya diri, kurang berpengalaman serta memiliki status sosial yang lebih
rendah dibandingkan dengan karakter non disabilitas. Pada level representasi
penyandang disabilitas ditampilkan sebagai karakter “pelengkap” atau
“pendukung” narasi utama dan digunakan untuk meningkatkan suasana tertentu.
Selain itu penggambaran karakter penyandang disabilitas memperlihatkan
pemikiran dan stereotip negatif seperti karakter penyandang disabilitas sebagai
orang yang menyedihkan, tidak mampu bekerja secara maksimal, sulit
berinteraksi, dianggap berbeda, dapat dijadikan sebagai objek kekerasan, serta
standar normalisasi cara bicara. Sedangkan pada level ideologi ableism terlihat
dari adanya stereotip negatif dan prasangka karena latar belakang karakter serta
berbagai adegan yang melibatkan karakter penyandang disabilitas yang
menunjukkan berbagai stereotip negatif.
Kata Kunci : Penyandang disabilitas, ableism, semiotika, Agak Laen
223 kom 2024
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 27 Dec 2024 02:48 |
| Last Modified: | 27 Dec 2024 02:48 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28583 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
