Search for collections on Undip Repository

HUBUNGAN STADIUM KANKER NASOFARING DENGAN DERAJAT RHINOSINUSITIS (LUND-MACKAY SCORE) PASCA RADIASI EKSTERNA

Purwantoro, Maria Octaviani and Baskoro, Nurdopo and Nawangsih, Christina Hari and Santoso, Antonius Gunawan and Wahyuni, Frederica Mardiana and Imawati, Sukma (2024) HUBUNGAN STADIUM KANKER NASOFARING DENGAN DERAJAT RHINOSINUSITIS (LUND-MACKAY SCORE) PASCA RADIASI EKSTERNA. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of MARIA OCTAVIANI PURWANTORO-22040920320006-TESIS-ABSTRAK] Text (MARIA OCTAVIANI PURWANTORO-22040920320006-TESIS-ABSTRAK)
MARIA OCTAVIANI PURWANTORO-22040920320006-TESIS-ABSTRAK.pdf

Download (155kB)

Abstract

Latar Belakang: Kanker nasofaring menempati urutan ke-5 kanker terbanyak di Indonesia dan dikelompokkan menjadi 4 stadium. Pada stadium I, tumor terbatas pada nasofaring atau orofaring dan atau cavum nasi tanpa perluasan ke parafaring. Pada stadium II, tumor meluas ke parapharyngeal space dan atau keterlibatan jaringan lunak yang berdekatan. Pada stadium III, tumor menginfiltrasi struktur tulang basis cranii, vertebra cervical, struktur pterygoid dan atau sinus paranasal. Pada stadium IV tumor disertai ekstensi intrakranial. Penatalaksanaan utama pada kanker nasofaring yaitu terapi radiasi. Lapangan radiasi disesuaikan dengan stadium kanker nasofaring. Rhinosinusitis merupakan salah satu dampak yang dapat muncul pasca radiasi. Tingkat keparahan rhinosinusitis dapat ditentukan dengan pemeriksaan CT scan berdasarkan sistem penilaian Lund-Mackay (Lund-Mackay score).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan stadium kanker nasofaring dengan derajat rhinosinusitis (Lund-Mackay Score) pasca radiasi eksterna.
Metode: Penelitian dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan dan mengolah data rekam medis pasien kanker nasofaring yang telah selesai radiasi eksterna dengan dosis kuratif 70 Gy minimal 3 bulan pasca radiasi terakhir dan dilakukan pemeriksaan CT scan nasofaring / orofaring kontras. Penilaian derajat rhinosinusitis berdasarkan Lund-Mackay score dilakukan oleh dokter spesialis radiologi dan dilakukan analisis apakah terdapat hubungan stadium kanker nasofaring dengan derajat rhinosinusitis (Lund-Mackay score) pasca radiasi eksterna.
Hasil: Sampel penelitian berjumlah 55 pasien. Tidak didapatkan adanya pasien kanker nasofaring dengan stadium I, 4 pasien stadium II, 24 pasien stadium III, dan 27 pasien stadium IV A. Dari 55 pasien kanker nasofaring yang menjalani radiasi eksterna, didapatkan 50 pasien rhinosinusitis dan 5 pasien lainnya tidak rhinosinusitis. Lund-Mackay score pasca radiasi eksterna pada pasien kanker nasofaring stadium II didapatkan score terkecil 3 dan score terbesar 11 ; pasien kanker nasofaring stadium III didapatkan score terkecil 0 dan score terbesar 19 ; pasien kanker nasofaring stadium IV A didapatkan score terkecil 0 dan score terbesar 21. Berdasarkan hasil analisis statistik yang dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis didapatkan p-value 0.976. Hasil uji statistik juga menunjukkan tidak ada perbedaan nilai Lund Mackay antara stadium II-III dan stadium IV sehingga tidak dilakukan analisis lebih lanjut utk menentukan cut off nilai Lund Mackay.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna stadium kanker nasofaring dengan Lund-Mackay Score pasca radiasi eksterna.
Kata Kunci : Kanker Nasofaring, Radiasi Eksterna, Rhinosinusitis, Lund-Mackay Score

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kanker Nasofaring, Radiasi Eksterna, Rhinosinusitis, Lund-Mackay Score
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 31 Dec 2024 06:55
Last Modified: 31 Dec 2024 06:55
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28522

Actions (login required)

View Item View Item