Search for collections on Undip Repository

HUBUNGAN DIAMETER LINGKAR LEHER DENGAN KEJADIAN KATARAK PADA POPULASI USIA ≥ 40 TAHUN

Murti, Kalisha and Saubig, Arnila Novitasari and Puruhita, Niken and Probosari, Enny (2024) HUBUNGAN DIAMETER LINGKAR LEHER DENGAN KEJADIAN KATARAK PADA POPULASI USIA ≥ 40 TAHUN. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of KALISHA PRUDENCE F.C.M.-22010121140185-KTI-ABSTRAK] Text (KALISHA PRUDENCE F.C.M.-22010121140185-KTI-ABSTRAK)
KALISHA PRUDENCE F.C.M.-22010121140185-KTI- ABSTRAK.pdf

Download (94kB)

Abstract

Latar belakang: Katarak diartikan sebagai kondisi kekeruhan lensa mata yang dapat menyebabkan penurunan tajam penglihatan dan merupakan penyebab utama kebutaan di dunia, termasuk Indonesia. Kondisi obesitas, diabetes, dan hipertensi, berkontribusi signifikan terhadap perkembangan katarak. Neck circumference (NC) atau diameter lingkar leher sebagai pemeriksaan antropometri berkaitan erat dengan sindrom metabolik yang menjadi faktor risiko katarak di usia yang lebih muda. Hingga saat ini, belum ada penelitian yang meneliti hubungan diameter lingkar leher sebagai prediktor sindrom metabolik dengan kejadian katarak di usia ≥ 40 tahun

Tujuan: Mengetahui hubungan antara lingkar leher dan kejadian katarak serta faktor risiko terkait, seperti diabetes dan hipertensi, pada populasi usia ≥ 40 tahun.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan metode cross-sectional yang dilakukan pada Agustus hingga Oktober 2024. Populasi terdiri dari pasien katarak dan non-katarak berusia ≥ 40 tahun. Data dikumpulkan melalui pengukuran lingkar leher dan wawancara untuk mendapatkan informasi mengenai diabetes dan hipertensi. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk mengevaluasi hubungan antara variabel.

Hasil: Analisis data 50 responden menunjukkan bahwa 77,8% pasien katarak juga menderita diabetes, dan 81,8% memiliki hipertensi. Hubungan signifikan ditemukan antara klasifikasi lingkar leher dan status diabetes (p=0,005), status hipertensi (p=0,004), serta antara status diabetes (p=0,003) dan hipertensi (p=0,000) dengan diagnosis katarak. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara kebiasaan merokok dan kejadian katarak (p=0,306).

Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara lingkar leher dengan status diabetes, status hipertensi, dan diagnosis katarak pada populasi usia ≥ 40. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengukuran lingkar leher sebagai indikator sindrom metabolik sebagai faktor risiko katarak dan memerlukan perhatian lebih lanjut terhadap faktor risiko yang dapat mempengaruhi kejadian katarak.

Kata kunci: Diabetes, Diameter lingkar leher, Hipertensi, Katarak, Neck circumference

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Diabetes, Diameter lingkar leher, Hipertensi, Katarak, Neck circumference
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Medicine
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 27 Dec 2024 07:57
Last Modified: 27 Dec 2024 07:57
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28437

Actions (login required)

View Item View Item