Search for collections on Undip Repository

Neutrophil-To-Lymphocyte (Nlr) Sebagai Prediktor Lama Rawat Dan Readmisi Pneumonia Berat pada Balita Di Rsup Dr. Kariadi Semarang

Mutiari, Dyota Sulia and Sahyuni, Riza and Hardaningsih, Galuh (2024) Neutrophil-To-Lymphocyte (Nlr) Sebagai Prediktor Lama Rawat Dan Readmisi Pneumonia Berat pada Balita Di Rsup Dr. Kariadi Semarang. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK-TESIS] Text (ABSTRAK-TESIS)
DYOTA SULIA MUTIARI-22040320320004-TESIS-ABSTRAK.pdf

Download (187kB)

Abstract

Latar belakang: Pneumonia adalah penyebab rawat inap terbanyak kedua pada balita di dunia. Recurrent penumonia dapat terjadi pada 7.7-9% anak dengan riwayat pneumonia. Beberapa faktor risiko dan gejala klinis dapat mengarahkan penegakkan diagnosis recurrent penumonia. Akan tetapi belum ada pemeriksaan laboratorium yang digunakan sebagai acuan untuk memprediksi readmisi anak dengan pneumonia. NLR diketahui sebagai salah satu pemeriksaan penunjang yang berkaitan dengan luaran lama rawat dan readmisi akibat pneumonia.
Tujuan: Mengetahui NLR sebagai prediktor lama rawat inap dan readmisi pada balita dengan pneumonia berat.
Metode: Penelitian cross sectional pada 42 pasien pneumonia berat (usia 2 – 59 bulan). Pada subjek dilakukan pengambilan data NLR saat awal rawat inap untuk melihat lama rawat dan wawancara terkait readmisi dalam 6 bulan dengan keluhan yang sama. Analisis data menggunakan Uji Chi Square dan Uji Fisher, perhitungan kurva ROC, dan risiko relatif.
Hasil: Dari 42 pasien didapatkan 23 pasien (54,7%) dengan lama rawat ≤5 hari dan 19 pasien (45,2%) dirawat >5 hari. Sementara itu didapatkan kelompok readmisi ≥2 hari sejumlah 12 pasien (28,5%) dan 30 pasien (71,4%) readmisi <2 kali selama 6 bulan pemantuan. Terdapat hubungan antara pemberian antibiotik amipisilin dan gentamisin di awal rawat inap secara signifikan (p=0,026) dengan lama rawat inap. Kadar NLR dengan cut off 1,85 meningkatkan risiko lama rawat memanjang sebesar 2,28 kali (p=0.034; CI=1.131-4.621) pada balita dengan pneumonia berat. Tidak ada variabel faktor risiko yang berhubungan dengan readmisi. Penentuan cut off NLR 2 untuk readmisi tidak dapat memprediksi readmisi pada anak akibat pneumonia (p=0,726; CI=0,493-3,353).
Kesimpulan: Kadar NLR 1,85 dapat menjadi prediktor lama rawat inap pada balita dengan pneumonia berat.
Kata kunci: Pneumonia berat, NLR, balita, lama rawat, readmisi

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Pneumonia berat, NLR, balita, lama rawat, readmisi
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Medicine
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 17 Dec 2024 04:31
Last Modified: 17 Dec 2024 04:31
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28052

Actions (login required)

View Item View Item