Search for collections on Undip Repository

Kadar Malondialdehyde (MDA) dan Feritin Serum Sebagai Faktor Risiko Kejadian Disfungsi Ginjal. Studi Pada Pasien Talasemia-β Mayor Anak Multitransfusi Yang Mendapatkan Terapi Kelasi Besi

Prabawanti, Riz'kiyah and Rachmawati, Banundari and Limijadi, Edward Kurnia Setiawan (2024) Kadar Malondialdehyde (MDA) dan Feritin Serum Sebagai Faktor Risiko Kejadian Disfungsi Ginjal. Studi Pada Pasien Talasemia-β Mayor Anak Multitransfusi Yang Mendapatkan Terapi Kelasi Besi. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of RIZ'KIYAH PRABAWANTI-22041520320009-TESIS-ABSTRAK] Text (RIZ'KIYAH PRABAWANTI-22041520320009-TESIS-ABSTRAK)
RIZ'KIYAH PRABAWANTI-22041520320009-TESIS-ABSTRAK.pdf

Download (113kB)

Abstract

Latar belakang: Disfungsi ginjal pada talasemia-β mayor dapat terkait dengan anemia kronis, iron overload, serta stres oksidatif. Malondialdehyde (MDA), sebagai petanda stres oksidatif, dan feritin serum sebagai petanda iron overload, memiliki peran signifikan dalam menggambarkan fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan menilai kadar MDA dan feritin serum sebagai faktor risiko kejadian disfungsi ginjal pada pasien talasemia-β mayor anak multitransfusi yang mendapatkan terapi kelasi besi
Metode: Penelitian cross-sectional terhadap 80 pasien talasemia-β mayor anak usia 6 – 17 tahun, mendapat transfusi darah >20 kali per tahun, dan terapi kelasi besi >1 tahun di RSUP dr. Kariadi Semarang, Juli - September 2024. Sampel darah digunakan untuk memeriksa kadar MDA, feritin dan kreatinin serum. Subjek dikelompokan berdasarkan disfungsi ginjal yang dihitung dengan eGFR formula Schwartz yang dimodifikasi. Nilai p < 0,05 dianggap bermakna.
Hasil: Sebanyak 63 subjek penelitian (78,8%) memiliki disfungsi ginjal. Kadar MDA ≥ 384 ng/mL (RP 3,38; 95% CI 1,72-6,66; p <0,001) dan feritin serum ≥ 2500
ng/mL (RP 1,31; 95% CI (1,04-1,66); p = 0,038) secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ginjal.
Simpulan: Kadar MDA ≥ 384 ng/mL dan feritin serum ≥ 2500 ng/mL pada pasien talasemia-β mayor anak multitransfusi yang mendapatkan terapi kelasi besi berisiko terjadi disfungsi ginjal.

Kata Kunci: talasemia, malondialdehyde, feritin, transfusi, kelasi besi

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: talasemia, malondialdehyde, feritin, transfusi, kelasi besi
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 18 Dec 2024 08:32
Last Modified: 18 Dec 2024 08:32
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/27975

Actions (login required)

View Item View Item