Nindianza, Nurlent Esiqi Corliva and Arkhaesi, Nahwa and Anam, Moh Syarofil (2024) Hubungan antara Kadar Hematokrit dengan Indeks Efusi Pleura pada Anak dengan Demam berdarah Dengue di RS Kariadi Semarang. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK)
abstrak.pdf.pdf Download (387kB) |
Abstract
Background: Dengue infections have shown a significant increase over the past few decades, with
approximately 390 million infections annually, of which 96 million present with clinical symptoms. Individuals
of all age groups, including children, are susceptible to infection. Laboratory examinations, such as platelet
counts, hematocrit levels, and hemoglobin concentrations, play a crucial role in diagnosing dengue
hemorrhagic fever (DHF), particularly in cases of plasma leakage that can lead to shock. Hematocrit serves as
an indicator of plasma leakage, with increased levels indicating hemoconcentration. Objective: This study aims
to investigate the relationship between hematocrit levels and the pleural effusion index (PEI) in children with
dengue hemorrhagic fever. Methods: This study employed an observational analytic design with a cross-
sectional approach. The research sample consisted of medical records of pediatric patients aged 1–18 years at
Kariadi Hospital, Semarang, who met the inclusion and exclusion criteria, totaling 58 subjects. Results: The
correlation between hematocrit levels and PEI yielded an r = -0,100 (p = 0,457); between PEI and delta
hematocrit, r = -0,153 (p = 0,251); and between PEI and peak hematocrit, r = -0,117 (p = 0,382). Conclusion:
There is no significant correlation between hematocrit levels and PEI, PEI and delta hematocrit, or PEI and
peak hematocrit in pediatric patients with dengue hemorrhagic fever at Kariadi Hospital, Semarang. Keywords:
hematocrit, pleural effusion index, dengue hemorrhagic fever (DHF)
Latar belakang: Infeksi dengue mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa dekade terakhir dengan
sekitar 390 juta infeksi tahunan, di mana 96 juta menunjukkan gejala klinis. Semua kelompok umur, termasuk
anak-anak, dapat terinfeksi. Pemeriksaan laboratorium seperti jumlah trombosit, hematokrit, dan kadar
hemoglobin penting untuk diagnosis DBD, terutama dalam kasus kebocoran plasma yang dapat menyebabkan
syok. Hematokrit berfungsi sebagai indikator kebocoran plasma, dengan peningkatan menunjukkan
hemokonsentrasi. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara kadar
hematokrit dengan indeks efusi pleura pada anak dengan demam berdarah dengue. Metode: Penelitian ini
menggunakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yang
dipergunakan adalah rekam medis pasien anak dengan usia 1-18 tahun di Rumah Sakit Kariadi Semarang yang
memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi berjumlah 58. Hasil: Antara kadar hematokrit dengan IEP didapatkan r =
-0,100 (p = 0,457); antara IEP dengan delta hematokrit didapatkan r = -0,153 (p = 0,251); antara IEP dengan
hematokrit tertinggi didapatkan r = -0,117 (p = 0,382). Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi antara hematokrit
dengan IEP, IEP dengan delta hematokrit, IEP dengan hematokrit tertinggi pada anak penderita Demam
Berdarah Dengue (DBD) di RS Kariadi Semarang.
Keywords: hematokrit, IEP, DB
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | hematokrit, IEP, DBD |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Medicine |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 11 Dec 2024 07:40 |
| Last Modified: | 11 Dec 2024 07:40 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/27920 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
