Search for collections on Undip Repository

DIGITAL GOVERNANCE DALAM PERSPEKTIF USER CENTERED DI KOTA MAGELANG

NUGRAHA, JOKO TRI (2024) DIGITAL GOVERNANCE DALAM PERSPEKTIF USER CENTERED DI KOTA MAGELANG. Doctoral thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[thumbnail of cover Joko Trinugroho.pdf] Text
cover Joko Trinugroho.pdf - Submitted Version

Download (853kB)
[thumbnail of bab I.pdf] Text
bab I.pdf - Submitted Version

Download (282kB)
[thumbnail of bab II.pdf] Text
bab II.pdf - Submitted Version

Download (1MB)
[thumbnail of bab III.pdf] Text
bab III.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (358kB)
[thumbnail of bab IV.pdf] Text
bab IV.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (765kB)
[thumbnail of bab V.pdf] Text
bab V.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of bab VI.pdf] Text
bab VI.pdf - Submitted Version

Download (96kB)
[thumbnail of dafpus.pdf] Text
dafpus.pdf - Submitted Version

Download (282kB)
[thumbnail of lampiran.pdf] Text
lampiran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (41kB)

Abstract

Teknologi informasi telah membawa perubahan yang sangat mendasar bagi
organisasi, baik sektor privat maupun sektor publik. Namun, penerapan teknologi
informasi dalam organisasi tidak selalu membawa perubahan menjadi lebih baik.
Di tingkat global, hasil penelitian Kalsi dan Kiran (2008; 2009; 2013)
menyimpulkan belum efektifnya penerapan teknologi informasi oleh pemerintah
karena masih terkendala oleh beberapa hal antara lain: tantangan dan isu baru
tentang e-governance, faktor demografi, kondisi ekonomi, letak geografis, serta
faktor budaya.
Penerapan e-government di negara berkembang juga belum efektif hal ini
didasarkan pada hasil penelitian (Okunoye dan Mbarika, 2016; Pederson, 2016;
Khamis dan Weide, 2017; Urbina dan Abe, 2017) kurangnya pemahaman teknologi
informasi oleh pengguna, rendahnya partisipasi dari warga negara, sikap para
pengguna, kurangnya metode untuk mengevaluasi penerapan e-government,
responsivitas pengelola, sistem yang kurang transparan, kurangnya skill dan
keterampilan IT pengelola sistem, citizens capabilities and attitudes yang terdiri
dari: kurangnya fasilitas teknologi, pengetahuan, kompetensi, minat dan
kemampuan untuk mengintegrasikan layanan e-government ke dalam kegiatan
rutin sehari-hari warga masyarakat. Di samping itu juga ditambah dengan
rendahnya tingkat kepercayaan kepada pemerintah, no perceived usefulness, serta
resisten terhadap perkembangan teknologi informasi di antara warga masyarakat.
Kecenderungan birokrasi publik seperti kementerian, lembaga pemerintah
non kementerian, pemerintah daerah provinsi, pemerintah kota dan kabupaten,
menerapkan e-government dalam sistem tata pemerintahan patut diperhatikan dan
menarik untuk dikaji, namun tingkat maturitasnya masih sangat beragam. Hal ini
dikarenakan Pertama, belum adanya tata kelola SPBE yang terpadu secara
nasional; Kedua, SPBE belum diterapkan pada penyelenggaraan administrasi
pemerintahan dan pelayanan publik secara menyeluruh dan optimal; Ketiga,
jangkauan infrastruktur TIK ke seluruh wilayah dan ke semua lapisan masyarakat
yang belum optimal dan; Keempat adalah keterbatasan jumlah pegawai ASN yang
memiliki kompetensi teknis TIK.
Studi ini berfokus untuk menganalisis layanan digital governance (egovernment)

yang secara khusus berfokus pada perspektif dan harapan warga,
dengan menggunakan model yang dikembangkan oleh DeLone dan McLean (1992)
serta Wang dan Liao (2008). Sesuai dengan model tersebut, maka dalam penelitian
ini akan diuji tiga faktor yang berpengaruh dengan citizens use dan citizens
satisfaction, yaitu system quality, information quality dan service quality.
Kemudian menguji dua faktor yang berpengaruh dengan citizens trust, yaitu citizens
use dan citizens satisfaction, serta menguji citizens trust yang berpengaruh dengan
perceived e-government service quality.
Mengacu pendapat (Creswell dan Creswell, 2018) maka metode penelitian
yang digunakan adalah metode penelitian kombinasi menggunakan desain
sequential eksplanatory menggunakan teknik survey yang utama, dengan maksud
untuk melakukan penjelasan (eksplanatory atau confirmatory research) (Arikunto,
2006; Bungin, 2015, 2019; Creswell, 2009; Jogiyanto, 2009; Silalahi, 2015;
Singarimbun, 2006; Sugiyono, 2017a). Menurut (Kerlinger, 1973) penelitian survai
adalah penelitian yang mengkaji populasi atau universe yang besar maupun kecil
dengan menyeleksi serta mengkaji sampel yang dipilih dari populasi itu, untuk
menemukan insidensi, distribusi dan interelasi relatif dari variabel-variabel
sosiologis dan psikologis. Sementara mengacu pendapat (Leech dan Onwuegbuzie,
2007, 2009), metode yang digunakan dalam penelitian disertasi ini partially mixed
methods dengan desain mixed sebagian berurutan dominan. Desain mixed sebagian
berurutan dominan merupakan penelitian dengan dua fase yang terjadi secara
berurutan, namun salah satu fase kuantitatif memiliki penekanan yang lebih
dominan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah konsep pengukuran yang
dikembangkan oleh DeLone dan McLean (1992; 2003; 2004) diuji kembali untuk
mendapatkan model yang fit, dari 44 indikator, hanya 34 indikator yang dapat
mengukur model yang diajukan yang meliputi 3 indikator untuk konstruk system
quality, 5 indikator untuk konstruk information quality, 6 indikator untuk konstruk
service quality, 5 indikator untuk konstruk citizen use, 5 indikator untuk konstruk
citizen satisfaction, 5 indikator untuk konstruk citizen trust dan 5 indikator untuk
konstruk perceived e-government service quality.
Hasil penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa, system quality
berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap citizen use. Kondisi ini
disebabkan karena pengalaman pengguna dalam mengakses layanan online juga
dirasakan berbeda. Sistem yang berkualitas tidak didukung oleh kesadaran dan
kemauan dari diri pengguna untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk
mengakses layanan publik.
System quality ditemukan berpengaruh secara positif dan signifikan dengan
citizen satisfaction. Berdasarkan hal tersebut, kenyamanan warga sebagai pengguna
ditunjukkan dari fleksibilitas pelayanan melalui aplikasi e-services dapat diakses
online selama 24 jam. Information quality berpengaruh secara positif dan tidak
signifikan dengan citizen use. Dengan demikian, informasi yang berkualitas pada
layanan online belum mampu meningkatkan atau memperbaiki citizen use
(penggunaan sistem layanan online oleh warga). Kurang memadainya prasarana
yang mendukung pemanfaatan teknologi informasi menyebabkan mereka tidak
termotivasi untuk meningkatkan intensitas atau frekuensi mengakses layanan
online.
Information quality berpengaruh secara positif dan tidak signifikan dengan
citizen satisfaction. Dengan demikian, informasi yang berkualitas pada layanan
online belum mampu meningkatkan atau memperbaiki citizen satisfaction
(kepuasan warga pada sistem layanan online). Hal ini disebabkan karena di
beberapa fitur layanan online, seperti data komoditas perdagangan belum tersedia
yang baru. Service quality berpengaruh secara positif dan signifikan dengan citizen
use. Dengan demikian, pelayanan yang berkualitas pada layanan online mampu
meningkatkan atau memperbaiki citizen use (penggunaan sistem layanan online
oleh warga). Hal ini mencerminkan dengan meningkatkan kualitas layanan online
berbasis aplikasi, maka pemanfaatan layanan online oleh warga juga akan
meningkat.
Service quality berpengaruh secara positif dan signifikan dengan citizen
satisfaction. Dengan demikian, pelayanan yang berkualitas pada layanan online
mampu meningkatkan atau memperbaiki citizen satisfaction (kepuasan warga pada
sistem layanan online). Hal ini mencerminkan dengan meningkatkan kualitas
layanan online, maka kepuasan warga dalam pemanfaatan layanan online juga akan
meningkat. Citizen use berpengaruh secara positif dan signifikan dengan citizen
satisfaction. Dengan demikian, kemudahan penggunaan aplikasi pada layanan
online mampu meningkatkan atau memperbaiki citizen satisfaction (kepuasan
warga pada sistem layanan online).
Citizen use berpengaruh secara positif dan signifikan dengan citizen trust.
Dengan demikian, kemudahan penggunaan aplikasi pada layanan online mampu
meningkatkan atau memperbaiki citizen trust (kepercayaan warga pada sistem
layanan online). Citizen satisfaction berpengaruh secara positif dan signifikan
dengan citizen trust. Dengan demikian, kepuasan pengguna aplikasi pada layanan
online mampu meningkatkan atau memperbaiki citizen trust (kepercayaan warga
pada sistem layanan online). Citizen trust berpengaruh secara positif dan signifikan
dengan perceived e-government service quality. Dengan demikian, kepercayaan
warga sebagai pengguna aplikasi pada layanan online mampu meningkatkan atau
memperbaiki perceived e-government service quality (persepsi warga mengenai
layanan e-government).

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: Social Science and Political Science
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Doctor Program in Public Administration
Depositing User: diana nirwani
Date Deposited: 28 Nov 2024 06:48
Last Modified: 28 Nov 2024 06:48
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/27719

Actions (login required)

View Item View Item