Al Hafis, Raden Imam (2023) MODEL PROSES COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM REHABILITASI PENDERITA KUSTA DI JAWA TENGAH. Doctoral thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
cover Raden Imam.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
bab I.pdf - Submitted Version Download (349kB) |
|
|
Text
bab II.pdf - Submitted Version Download (922kB) |
|
|
Text
bab III.pdf - Submitted Version Download (128kB) |
|
|
Text
bab IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (855kB) |
|
|
Text
bab V.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
Text
bab VI.pdf - Submitted Version Download (50kB) |
|
|
Text
daftar pustaka.pdf - Submitted Version Download (232kB) |
Abstract
Kusta merupakan penyakit yang kompleks, berdampak pada aspek kesehatan,
ekonomi, sosial, dan budaya (stigma dan diskriminasi). Secara nasional, terdapat
program penanggulangan kusta dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
salah satunya kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Pada tahun 2014-
2018 di Jawa Tengah angka penemuan kasus baru kusta mengalami peningkatan
dari 5,5 persen menjadi 6,18 persen. Pada tahun 2017 dilaporkan 1.918 kasus baru
kusta, sedangkan tahun 2018 meningkat menjadi 2.133 kasus baru. Penanggulangan
rehabilitasi kusta di Jawa Tengah belum optimal dilaksanakan, hal ini teridentifikasi
dengan minimnya kolaborasi intersectoral dalam berbagai kegiatan. Tujuan
penelitian: a). Menganalisis proses collaborative governance dalam rehabilitasi
penderita kusta di Jawa Tengah. b). Menganalisis faktor pendorong serta
penghambat proses collaborative governance dalam rehabilitasi penderita kusta di
Jawa Tengah. c). Merumuskan model proses collaborative governance dalam
rehabilitasi penderita kusta di Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan
dengan pendekatan kualitatif, serta software Atlas.ti 9.1.3 sebagai alat bantu
visualisasi, software Publish or Paris dan VosViewer untuk pemetaan research gap.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi dominasi peran Rumah Sakit Umum
Daerah Kelet & Unit Rehabilitasi Kusta dalam pelaksanaan inovasi program
rehabilitasi pada penderita kusta. Pelaksanaan inovasi dalam rehabilitasi pada
penderita kusta yang dilaksanakan selama ini hanya pada tingkat kerjasama antar
lembaga kesehatan, belum sampai pada derajat kolaborasi lintas sektor. Partsipasi,
komitmen dan regulasi menjadi faktor pendorong serta penghambat dalam
rehabilitasi kusta. Rekomendasi penelitian ini adalah dengan menerapkan hepta
helix stakeholder yang terdiri dari Pemerintah, Non-Government Organizations,
orang yang pernah mengalami kusta, Perguruan Tinggi, Industri, Media, serta
Tokoh Agama dan Masyarakat dengan membentuk aturan khusus dalam rehabilitasi
kusta yang mengikat banyak lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah.
Memanfaatkan industri yang ada di Jawa Tengah untuk memperkuat pendanaan
maupun pemberdayaan dalam rehabilitasi kusta.
Kata Kunci: Hepta Helix, Kusta, Intersectoral Collaboration.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Doctor Program in Public Administration |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 26 Nov 2024 07:26 |
| Last Modified: | 26 Nov 2024 07:26 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/27699 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
