Search for collections on Undip Repository

PERSPEKTIF NORMA JAWA SIJI WADAH OJO NGANTI PECAH DALAM KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA PADA PENYELESAIAN KONFLIK MYANMAR 2021

ACHMAD, LANANG FASTABIK (2024) PERSPEKTIF NORMA JAWA SIJI WADAH OJO NGANTI PECAH DALAM KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA PADA PENYELESAIAN KONFLIK MYANMAR 2021. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (578kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf - Submitted Version

Download (200kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf - Submitted Version

Download (336kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (230kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf - Submitted Version

Download (40kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version

Download (183kB)

Abstract

Pada awal tahun 2021, Asia Tenggara dikejutkan dengan berita kudeta yang
dilakukan oleh Junta Militer Myanmar yang menggulingkan pemerintahan sipil.
Kudeta yang dipimpim oleh Jenderal Min Aung Hlaing berhasil menurunkan
Presiden Myanmar Win Myint serta menangkap Aung San Suu Kyi selaku kepala
pemerintahan atau State Counsellor yang juga merupakan pimpinan dari partai
National League for Democracy (NLD). Kudeta ini terjadi karena partai milik
militer Union Solidarity and Development Party (USDP) kalah telak dalam pemilu
Myanmar pada akhir tahun 2020, yang oleh militer dianggap terdapat kecurangan
dalam pemilu tersebut.
Menanggapi berita tersebut, Indonesia dengan cepat mengeluarkan
beberapa langkah kebijakan luar negeri untuk membantu menyelesaikan konflik
yang terjadi di Myanmar dengan mengutus Mentri Luar Negeri Indonesia Retno
Marsudi untuk berkunjung ke negara-negara ASEAN dalam rangka mempengaruhi
mereka untuk fokus pada masalah Myanmar. Kepentingan nasional Indonesia jika
dilihat dari kebijakan luar negeri yang diambil dalam menyelesaikan konflik
Myanmar tentu bukan untuk sesuatu yang materiil seperti pandangan kaum realis
dan liberalis. Namun yang dilakukan oleh Indonesia lebih karena faktor lainnya
seperti norma.
Kebijakan luar negeri Indonesia ini dapat dijelaskan menggunakan konsep
norma yang dijabarkan oleh konstruktivisme yang lebih menitikberatkan nonmateriil ketimbang segi materiil. Namun demikian, konstruktivis juga merupakan
teori HI barat yang kurang sesuai dengan budaya, sosial, dan politik di non western
area karena tentu lingkungan pembentuk kebijakan luar negeri antara barat dan Asia
Tenggara sangat berbeda. Maka dari itu penulis menggunakan norma yang
bersumber dari Indonesia itu sendiri yakni norma Jawa siji wadah ojo nganti pecah
yang memiliki arti satu wadah (organisasi) jangan sampai pecah (hancur/bubar).
Norma ini tentunya lebih dekat dan familiar di masyarakat Indonesia ketimbang
norma-norma barat.
Dalam penelitian ini penulis menjelaskan bagaimana norma Jawa dalam
kebijakan luar negeri Indonesia pada penyelesaian konflik Myanmar dan peran apa
yang dimainkan oleh norma Jawa dalam membentuk kepentingan nasional
Indonesia pada masalah ini. Penulis berargumen bahwa kebijakan luar negeri
Indonesia sejalan dengan norma Jawa siji wadah ojo nganti pecah yang
mengedepankan persatuan, harmonisasi dan jalan damai dalam menangani konflik
yang ada. Selain itu langkah Indonesia juga sesuai dengan turunan norma Jawa siji
wadah ojo nganti pecah yakni memayu hayuning buwono dan urip iku urup.
Kata Kunci : Kudeta Myanmar, Kebijakan Indonesia, ASEAN, Norma Jawa
116 HI 2024

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Social Science and Political Science
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations
Depositing User: diana nirwani
Date Deposited: 11 Nov 2024 04:19
Last Modified: 11 Nov 2024 04:19
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/27373

Actions (login required)

View Item View Item