WARDHANI, CINDY ANGGUN and Susiatiningsih, Hermini and Fatharini, Anjani Tri (2024) THE STOLEN GHOST TREASURE: ANALISIS KERJA SAMA INDONESIA-AUSTRALIA DALAM PERLINDUNGAN KAPAL HMAS PERTH DI PERAIRAN BANTEN. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (800kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (523kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (751kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (604kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (221kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (184kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (236kB) |
Abstract
Bangkai kapal HMAS Perth milik Australia yang tenggelam di Perairan Banten
mengalami penjarahan ilegal hingga 60% dari kapalnya telah dicuri. Sebagai upaya
untuk melindungi dari penjarahan ilegal, Indonesia dan Australia menjalin kerja
sama yang menetapkan situs kapal menjadi Kawasan Konservasi Maritim HMAS
Perth sesuai dengan KEPMEN-KP/21 Tahun 2018. Akan tetapi, KKM HMAS Perth
belum dapat menjadi sarana yang tepat untuk melindungi karena pengelolaannya
yang kurang baik. Berdasarkan KEPMEN-KP/21 Tahun 2018, pengelolaan KKM
HMAS Perth dilakukan oleh Indonesia melalui Pemda Banten. Walaupun telah
dibentuk sejak 2018, tidak banyak kegiatan yang berjalan, seperti Rencana
Pengelolaan Zonasi (RPZ) yang tidak sepenuhnya terimplementasi dan
operasionalisasi rumah jaga yang mangkrak. Maka, tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui mengapa Indonesia kurang berperan signifikan dalam
pengelolaan KKM HMAS Perth. Penelitian bersifat kualitatif dengan tipe
eksplanatif yang memanfaatkan data dari wawancara narasumber dan studi
kepustakaan. Berdasarkan analisis menggunakan Game Theory model Prisoner’s
Dilemma, penelitian ini menemukan bahwa peran Indonesia yang kurang
disebabkan oleh Australia yang memilih untuk defect, yaitu tidak mau berkomitmen
untuk bersama-sama melakukan pengelolaan bersama dengan Indonesia. Oleh
karena itu, Indonesia juga memilih untuk defect karena tidak banyak yang dapat
dilaksanakan pada KKM tanpa peran yang maksimal dari Australia. Hambatan
terbesar bagi Indonesia dalam melakukan pengelolaan adalah kurangnya anggaran
dan tidak adanya regulasi lanjutan selain KEPMEN-KP/21.
Kata kunci: KKM HMAS Perth, penjarahan ilegal, Game Theory, Prisoner’s
Dilemma
81. Hubungan Internasional 2024
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 16 Jan 2025 02:22 |
| Last Modified: | 20 Jun 2025 07:03 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/27302 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
