Iswahyudi, Shima Aqila Nur (2024) NARASI KOMUNIKASI PEREMPUAN YANG MENGALAMI KDRT (KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA) DALAM MEMUTUSKAN HUBUNGAN PERNIKAHAN. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (668kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Submitted Version Download (638kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Submitted Version Download (448kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (914kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf - Submitted Version Download (319kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (419kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Kasus KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga) sampai sekarang masih
banyak terjadi pada perempuan di Indonesia. Menurut CATAHU Komnas
Perempuan dan KemenPPA, kekerasan terhadap perempuan paling banyak terjadi
dalam ranah domestik atau dalam rumah tangga. Perempuan yang berada dalam
hubungan dimana komunikasi interpersonal menjadi tindakan kekerasan ini
seringkali susah untuk memutuskan hubungan meskipun mengetahui dan
merasakan bagaimana dampak kekerasan yang dilakukan suami terhadap diri
mereka. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kisah perempuan
yang mengalami KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga) dalam melewati
hambatan dan kesulitan untuk memutuskan hubungan pernikahan hingga berhasil
keluar dari hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
kualitatif berupa analisis naratif Todorov dengan melakukan teknik pengumpulan
data wawancara terhadap tiga narasumber.
Hasil penelitian ini adalah sejak sebelum menikah, ketiga pasangan dari
informan menggunakan komunikasi agresif yang destruktif. Informan menerima
tindakan kekerasan emosional maupun fisik yang terjadi ketika dirasa melanggar
upaya pengendalian yang dilakukan oleh pasangan mereka. Namun, para informan
memutuskan untuk bertahan dan menikah karena sudah merasa cinta dengan
pasangan, tidak ingin gagal kembali dalam menjalin hubungan, serta mendapat
dorongan dari orang tua untuk menikah. Pola komunikasi yang agresif terjadi
kembali dalam pernikahan para informan, tindakan kekerasan yang dialami mereka
bahkan semakin bereskalasi. Namun, mereka tetap memutuskan untuk bertahan
dalam pernikahan. Di titik ini, para informan telah masuk dalam siklus kekerasan
dalam rumah tangga. Kesulitan untuk mengakhiri pernikahan terjadi karena
informan sudah menormalisasi tindakan kekerasan, memiliki persepsi positif atas
pernikahan setelah berdiskusi dengan teman, serta mendapatkan upaya persuasi
yang berulang - kali dari suami. Proses pemutusan hubungan yang dijalani oleh
informan dimulai setelah mengalami puncak ketidakpuasan atas proses komunikasi
yang terjadi dalam tindakan kekerasan dalam rumah tangga. Lalu, terjadi dialektika
pemutusan hubungan pada dua informan yang menghasilkan ketegangan dan
negosiasi untuk memperbaiki hubungan. Ketika suami melakukan pelanggaran
terhadap negosiasi, proses pemutusan hubungan akhirnya berlanjut. Setelah proses
perceraian selesai, ketiga informan akhirnya fokus untuk membangun kehidupan
yang lebih baik dengan melakukan kegiatan positif.
Kata kunci: Komunikasi agresif, Upaya pengendalian, KDRT, Disolusi Hubungan
160 kom 2024
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 06 Nov 2024 06:15 |
| Last Modified: | 06 Nov 2024 06:15 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/27112 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
