SHOLEKHAH, ANA MIRATUS (2024) PEMAKNAAN PEREMPUAN ANTARGENERASI TERHADAP PERKAWINAN. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (461kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Submitted Version Download (306kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Submitted Version Download (335kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (365kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (355kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf - Submitted Version Download (85kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (174kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Fenomena peralihan generasi memunculkan pergeseran persepsi dan pola
perkawinan pada perempuan sebagai kelompok yang secara budaya dilekatkan pada
isu ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemaknaan perkawinan yang
dimiliki oleh perempuan antargenerasi. Pemaknaan muncul seiring dengan upaya
manusia untuk mengembangkan diri dan pikirannya dalam kehidupan sosial
sebagaimana Teori Interaksi Simbolik yang digunakan dalam penelitian ini.
Melalui wawancara dengan enam responden dari dua generasi berbeda yakni
Generasi Usia Lanjut dengan rentang kelahiran 1947-1980 dan Generasi Usia Muda
yang lahir di kisaran 1981 hingga sekarang dan berada di usia legal perkawinan,
penelitian mengungkap bahwa pergeseran pemaknaan terjadi sebagai produk dari
pengalaman mereka dalam bersosialisasi dan mengonsumsi informasi yang
berbeda. Paradigma interpretatif yang diterapkan dalam metode interpretative
phenomenological analysis (IPA) membantu peneliti dalam menginterpretasi
perbedaan makna perkawinan dari dua golongan perempuan terkait beberapa aspek
untuk menghasilkan kesimpulan; 1) kedua generasi memosisikan perkawinan
sebagai institusi yang sakral, meskipun Generasi Usia Muda menekankan nilai
opsional dan kontekstual, 2) ada pandangan dari generasi yang lebih tua bahwa
perkawinan melengkapi kebahagiaan, meski secara mayoritas kesejahteraan
nonmateri dipandang berada dalam kendali individu, 3) kedua generasi sepaham
bahwa perkawinan potensial menghadirkan beban ekonomi, meski Generasi Usia
Lanjut menganggap perkawinan masih relevan menciptakan stabilitas finansial, 4)
perkawinan yang bahagia hanya bisa dicapai jika tidak ada dominasi oleh suami
maupun istri, 5) keberadaan anak oleh mayoritas informan tidak dipandang natural,
meski ada pendapat dari Generasi Usia Lanjut bahwa anak harus ada dalam
perkawinan, 6) persepsi Generasi Usia Muda dibentuk oleh akumulasi informasi
atas aktivitasnya secara luring dan daring, sementara generasi sebelumnya hanya
mengandalkan interaksi fisik.
Kata kunci: Pemaknaan Perkawinan, Perempuan Antargenerasi, Pergeseran
Pemaknaan, Bersosialisasi dan Mengonsumsi Informasi, Interaksi Simbolik
156 kom 2024
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 06 Nov 2024 04:38 |
| Last Modified: | 06 Nov 2024 04:38 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/27103 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
