Aprisia, Kartika Dwi and Nugroho, Eriawan Agung and Hendrianingtyas, Meita (2024) PENGARUH PENGGUNAAN BIOSCREW HIDROKSIAPATIT CANGKANG KERANG HIJAU DISERTAI POLYCAPROLACTONE DAN POLYLACTIC ACID TERHADAP KADAR BONE FORMATION (Procollagen type I N-terminal propeptides dan Bone ALP) Penelitian pada defek tulang femur kelinci. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK TESIS)
Kartika Dwi Aprisia.pdf Download (81kB) |
Abstract
Fraktur adalah suatu kondisi dimana tulang tidak lagi bersambung. Jaringan tulang memiliki kemampuan untuk melakukan proses penyembuhan. Hidroksiapatit merupakan elemen penting yang diperlukan untuk regenerasi dan penyembuhan tulang dan menyumbang 50% dari komposisi mineral tulang. Kerang hijau merupakan pilihan yang berpotensi untuk pembuatan HA karena melimpah, banyak tersedia, ukuran partikel yang lebih kecil, dan kandungan HA yang lebih tinggi. Biokomposit digunakan dalam penelitian ini dengan mencampur tiga bahan yaitu polylactid-acid (PLA), polycaprolactone (PCL), dan hidroksiapatit (HA). Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh penggunaan bioscrew HA cangkang kerang hijau disertai PCL dan PLA sebagian bone subtitute, dengan mengukur kadar bone formation (PINP dan Bone ALP).dan diharapkan dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan tambahan untuk perkembangan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Klinik Hewan Animal Centre Semarang dan Laboratorium Klinik Satwa Sehat Malang selama 2 bulan dari bulan Juli - Agustus 2024. Penelitian menggunakan jenis penelitian true eksperimental dengan desain post-test only control group design. Populasi target dari penelitian ini adalah hewan coba kelinci New Zealand (Oryctolagus cuniculus) yang diperoleh dari peternak kelinci di Magelang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan hasil bermakna dalam pengujian kelompok perlakuan (bioscrew) dan kontrol (tanpa bioscrew) minggu ke-6 sehingga dapat disimpulkan bahwa bioscrew dengan kandungan HA cangkang kerang hijau disertai PCL dan PLA memiliki efikasi dalam mempercepat bone healing. Pengujian yang sama antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol pada minggu ke-6 didapaykan hasil bermakna, maka disimpulkan bahwa minggu ke-6 merupakan waktu terbaik dalam proses bone healing. Hasil pengujian antara kadar PINP dan kadar Bone ALP didapatkan hasil yang lebih tinggi pada kadar P1NP karena PINP cenderung meningkat pada tahap awal pembentukan tulang baru, sedangkan Bone ALP cenderung meningkat pada tahap mineralisasi tulang yang lebih lanjut. Kata kunci: Hidroksiapatit (HA), polylactid-acid (PLA), Polycaprolactone (PCL), cangkang kerang hijau, bone substitute, bone healing
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hidroksiapatit (HA), polylactid-acid (PLA), Polycaprolactone (PCL), cangkang kerang hijau, bone substitute, bone healing |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | heni lutfiatun |
| Date Deposited: | 04 Nov 2024 04:15 |
| Last Modified: | 04 Nov 2024 04:15 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/26926 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
