Search for collections on Undip Repository

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK PROPOLIS DAN METFORMIN PADA SINDROM OVARIUM POLIKISTIK: Kajian disbiosis mikrobiota usus, kadar zonulin serum, kadar TNF-α, nilai HOMA-IR, kadar testosteron total, siklus anovulasi dan gambaran ovarium polikistik pada tikus Wistar (Rattus novergicus) yang diinduksi testosteron

PUSPITASARI, VANNYA DEWI and Pramono, Noor and Lestari, Endang Sri (2024) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK PROPOLIS DAN METFORMIN PADA SINDROM OVARIUM POLIKISTIK: Kajian disbiosis mikrobiota usus, kadar zonulin serum, kadar TNF-α, nilai HOMA-IR, kadar testosteron total, siklus anovulasi dan gambaran ovarium polikistik pada tikus Wistar (Rattus novergicus) yang diinduksi testosteron. Doctoral thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
Vannya Dewi Puspitasari.pdf

Download (132kB)

Abstract

Latar belakang: Sindrom ovarium polikistik (SOPK) dijumpai pada 6–10% perempuan usia reproduksi dan menyebabkan 75–85% disfungsi ovulasi yang merupakan penyebab infertilitas, 20–40% kelainan metabolik dan kanker endometrium. Terapi utama SOPK adalah modifikasi gaya hidup yang mempunyai compliance yang rendah dan pemberian metformin sebagai terapi medikamentosa lini pertama non induksi ovulasi yang mempunyai banyak efek samping pencernaan. Pemberian prebiotik dengan propolis diharapkan dapat dapat memberikan alternatif terapi yang baru yang lebih mendekati patogenesis SOPK yaitu DOGMA dengan memodifikasi mikrobiota usus dengan efek samping minimal. Metode: Penelitian RCT, post-test only control group design pada 30 tikus Wistar yang diinduksi dengan testosteron dan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok K (kontrol), kelompok K- (SOPK), kelompok P1 (SOPK+metformin), kelompok P2 (SOPK+propolis) dan kelompok P3 (SOPK+metformin+propolis). Pemeriksaan yang dilakukan adalah analisis disbiosis mikrobiota usus, kadar serum zonulin, kadar TNF-α, HOMA-IR, kadar testosteron total, siklus anovulasi dan gambaran ovarium polistik. Hasil: Disbiosis mikrobiota usus, kadar serum zonulin, kadar TNF-α, HOMA-IR dan siklus anovulasi antar kelompok berbeda tidak bermakna. Kadar testosteron total menurun pada kelompok P1 dan P2 (p=0,025 dan p=0,010). Gambaran ovarium polikistik mengalami perbaikan pada kelompok P1 (p=0,015). Kadar gula darah puasa menurun pada kelompok P3 (p=0,004). Simpulan: Pemberian ekstrak propolis mempunyai pengaruh yang sama dengan pemberian metformin dalam menurunkan kadar testosteron total. Kombinasi metformin dan propolis mempunyai pengaruh menurunkan kadar gula darah puasa namun tidak memperbaiki gejala klinis utama SOPK. Kata Kunci: SOPK, disbiosis, mikrobiota usus

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: SOPK, disbiosis, mikrobiota usus
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Doctor Program of Medical Science
Depositing User: heni lutfiatun
Date Deposited: 04 Nov 2024 03:18
Last Modified: 04 Nov 2024 03:18
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/26902

Actions (login required)

View Item View Item