Search for collections on Undip Repository

KERJA SAMA BELT AND ROAD INITIATIVE ANTARA TIONGKOK DENGAN AFGHANISTAN PASCA TALIBAN BERKUASA

PUTRI, SALSA DITA (2024) KERJA SAMA BELT AND ROAD INITIATIVE ANTARA TIONGKOK DENGAN AFGHANISTAN PASCA TALIBAN BERKUASA. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf - Submitted Version

Download (257kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf - Submitted Version

Download (1MB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf - Submitted Version

Download (122kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version

Download (165kB)

Abstract

Pasca naiknya Taliban, kondisi politik dan pemerintahan Afghanistan
menjadi tidak stabil. Secara internasional, pemerintahan bentukan Taliban
mendapatkan beberapa sanksi internasional berupa dihentikannya bantuan luar
negeri dan pembekuan aset. Hal ini dikarenakan adanya praktik pelanggaran
HAM serta ancaman gerakan ekstrimis islam dari Pemerintahan Taliban. Dalam
ranah domestik, pemerintahan Taliban cenderung tidak stabil karena konflik
internal kelompok tersebut serta ancaman terhadap keamanan nasionalnya oleh
beberapa kelompok separatis. Akan tetapi, Tiongkok sebagai salah satu negara
yang berbatasan langsung dengan Afghanistan, menyetujui untuk melanjutkan
beberapa kerja samanya dengan Afghanistan, salah satunya adalah proyek Belt
and Road Initiative (BRI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis
faktor penyebab mengapa Tiongkok mau untuk melanjutkan proyek BRI di
Afghanistan pasca Taliban berkuasa kembali tahun 2021. Metode penelitian ini
menggunakan pendekatan eksplanatif-kualitatif. Teori yang digunakan adalah
teori liberalisme interdependensi sebagai kerangka pemikiran teoritis. Hasil
temuan dari penelitian ini adalah bahwa faktor yang menyebabkan Tiongkok
melanjutkan kerja sama proyek BRI karena adanya kondisi saling ketergantungan
dengan Afghanistan. Kondisi ketergantungan ini dipengaruhi oleh tiga faktor,
yaitu ekonomi yang berkaitan dengan orientasi pembangunan Tiongkok dan
Afghanistan. Kemudian juga faktor politik yang berkaitan dengan legitimasi
pemerintahan Taliban dan keinginan Tiongkok untuk menyebarkan pengaruhnya
di Asia. Terakhir adalah faktor keamanan yang berkaitan dengan ancaman
gerakan separatisme dari kelompok ETIM ke wilayah Tiongkok dan juga
kelompok ISKP di wilayah Afghanistan. Dari hasil tersebut, penelitian ini
memberikan rekomendasi bahwasanya kerja sama BRI ini perlu untuk dilanjutkan
sebagai media bagi kedua negara untuk memenuhi kepentingannya.
Kata-kata kunci: Belt and Road Initiative, Taliban, Kebijakan Luar Negeri
Tiongkok, Interdependensi, Ekonomi

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Social Science and Political Science
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations
Depositing User: diana nirwani
Date Deposited: 09 Sep 2024 05:59
Last Modified: 09 Sep 2024 06:07
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/26425

Actions (login required)

View Item View Item