Fauziah, Zoik and Windiani, Reni and Wahyudi, Fendy Eko (2024) “CAN THE SUBALTERN SPEAK”: MENGGUGAT REVOLUSI HIJAU STUDI KASUS GERAKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN ASOSIASI PETANI ORGANIK BOYOLALI (APOB). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
COVER.docx - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (287kB) |
|
|
Text
BAB I.docx - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (119kB) |
|
|
Text
BAB II.docx - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
BAB III.docx - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (816kB) |
|
|
Text
BAB IV.docx - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (22kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.docx - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (42kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.docx - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Revolusi hijau telah mengakibatkan kerugian ekologi, ekonomi sosial dan budaya bagi kaum subaltern yaitu petani kecil. Sebagai bentuk resistensi kaum subaltern membentuk usaha alternatif melalui sistem pertanian berkelanjutan. Di Kabupaten Boyolali hal tersebut melatarbelakangi munculnya Asosiasi Petani Organik Boyolali (APOB). APOB merupakan buah hasil kerja sama Indonesia dengan International Non Goverment Organization (INGOs) yaitu Rikolto. Masalah yang muncul: apakah benar Rikolto mengakomodasi keresahan petani kecil APOB?
Tujuan penelitian untuk menggambarkan bagimana bentuk hegemoni kultural yang terjadi antara Rikolto dengan petani kecil APOB. Upaya menjawab permasalahan dan tujuan penelitian dilakukan menggunakan teori analisis poskolonialisme khususnya konsep subaltern oleh Gayatri Spivak. Obyek penelitian sendiri adalah petani kecil Asosiasi Petani Organik Boyolali (APOB) di Kecamatan sawit Kabupaten Boyolali.
Hasil penelitian menunjukan dalam lensa analisa Gayatri Spivak pola hubungan Rikolto dan APOB merupakan “tuan-hamba” dimana APOB sebagai kaum subaltern dan Rikolto sebagai kaum intelektual. Sebagai negasi dari hubungan hierarki tersebut Rikolto melaksanakan “pesimisme dan optimisme intelek”. Pertanian berkelanjutan yang dilaksanakan oleh APOB memberikan dampak bagi petani kecil yaitu meningkatnya hasil pendapatan petani hingga 2kali lipat, meningkatnya hasil produksi/panen mencapai 10-15%, berkurangnya biaya produksi hingga 20-40%, perawatan pertanian yang cenderung lebih mudah dan mulai membaiknya lahan pertanian dengan meningkatnya kadar C-organik pada tanah.
Kata kunci : Revolusi Hijau, Pertanian Berkelanjutan, Hegemoni Kultural, Rikolto, Asosiasi Petani Organik Boyolali (APOB).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 20 Jun 2025 08:09 |
| Last Modified: | 20 Jun 2025 08:09 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/24536 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
