Zakiariski, Lu'lu Maylafayza and Susiatiningsih, Hermini and Pratomo, Muhammad Faiq Adi (2024) PARADOKS DIPLOMASI WOMENOMICS ABE ATAS KESETARAAN GENDER DI JEPANG. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
COVER (6).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I (2).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (681kB) |
|
|
Text
BAB II (3).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB III (1).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
BAB IV (1).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (74kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA (6).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (206kB) |
Abstract
Jepang menghadapi permasalahan domestik “Japan’s Twins Problems” berupa ekonomi yang fluktuatif dan aging population yang berdampak pada penurunan angka produktivitas kerja. Selain itu, Jepang turut menghadapi kritik dari dunia internasional atas hasil laporan dari World Economic Forum yang mendapati sebagai negara maju memiliki peringkat rendah dalam indeks kesetaraan gender. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi tersebut, pada kepemimpinan Shinzo Abe (2013-2020) mengimplementasikan Womenomics sebagai kebijakan feminis untuk meningkatkan partisipasi perempuan di sektor kerja, sekaligus strategi diplomasi untuk meningkatkan citra Jepang sebagai negara yang telah meratifikasi CEDAW dapat mencapai “all woman can shine”. Namun setelah satu periode kepemimpinan, indeks kesetaraan gender di Jepang justru menurun, menunjukkan adanya paradoks diplomasi atas inkonsistensi implementasi kebijakan oleh pemerintah Abe.
Dari latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengapa implementasi Womenomics dapat menurunkan indeks kesetaraan gender Jepang. Upaya menjawab permasalahan dan tujuan penelitian dilakukan dengan menggunakan teori feminisme liberal yang didukung oleh konsep diplomasi ekonomi dan evaluasi kebijakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-eksplanatif yang didukung melalui penggunaan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan penurunan indeks kesetaraan gender adalah hambatan struktural dalam kebijakan yang dibentuk oleh pemerintah Abe masih terbilang diskriminatif terhadap perempuan, sehingga tidak sejalan dengan tujuan utama Womenomics. Hambatan ini mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara retorika kebijakan dengan implementasinya dalam domestik, sehingga menyebabkan paradoksisasi kebijakan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 27 Mar 2025 07:13 |
| Last Modified: | 20 Jun 2025 07:59 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/24415 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
