Janna, Ashhabil Firdha and Nurfadillah, Suryani and Ekowati, Titik (2024) ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU AGROINDUSTRI GULA MERAH TEBU DI KECAMATAN SULANG, KABUPATEN REMBANG. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Bagian 1_Ashhabil Firdha Janna_1-13.pdf Download (6MB) |
|
|
Text
Bagian 2_Ashhabil Firdha Janna_Skripsi 14-18.pdf Download (234kB) |
|
|
Text
Bagian 3_Ashhabil Firdha Janna_Skripsi 19-33.pdf Download (459kB) |
|
|
Text
Bagian 4_Ashhabil Firdha Janna_Skripsi 34-43.pdf Restricted to Repository staff only Download (562kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bagian 5_Ashhabil Firdha Janna_Skripsi 44-86.pdf Restricted to Repository staff only Download (476kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bagian 6_Ashhabil Firdha Janna_Skripsi 87-88.pdf Restricted to Repository staff only Download (330kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bagian 7_Ashhabil Firdha Janna_Skripsi 89-112.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persediaan bahan baku gula merah
tebu yang optimal, titik pemesanan kembali, dan persediaan pengaman, serta
menganalisis perbedaan total biaya persediaan bahan baku gula merah tebu
sebelum dan sesudah menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ)
pada agroindustri gula merah tebu di Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang.
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode sensus dengan pengambilan
sampel secara sampling jenuh sebanyak 11 agroindustri. Analisis data dilakukan
dengan analisis kuantitatif menghitung angka persediaan bahan baku yang efektif
melalui metode EOQ, kemudian membandingkannya dengan kondisi aktual serta
menghitung nilai efisiensi biaya persediaan bahan baku. Uji hipotesis dilakukan
menggunakan uji paired sampe t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-
rata jumlah pemesanan tebu yang paling optimal dan ekonomis adalah sebesar
76.885 kg dengan frekuensi pemesanan rata-rata sebanyak 15 kali dalam setahun.
Rata-rata jumlah persediaan pengaman (safety stock) sebesar 10.541 kg dan titik
pemesanan kembali (reorder point) tebu sebesar 13.390 kg. Secara statistik
terdapat perbedaan yang signifikan antara total biaya persediaan aktual
agroindustri dengan total biaya persediaan menurut metode EOQ. Perhitungan metode EOQ dapat mencapai efisiensi biaya persediaan sebesar 79% atau dapat dilakukan penghematan rata-rata sebesar Rp.13.346.317. Total biaya persediaan berdasarkan kondisi aktual agroindustri rata-rata sebesar Rp.16.852.589 lebih besar jika dibandingkan dengan metode EOQ yang rata-ratanya hanya sebesar Rp 3.506.272. Akan tetapi, penerapan metode EOQ untuk tebu yang mempunyai karakteristik tidak tahan lama harus memperhatikan penurunan rendeman yang akan mempengaruhi penerimaan yang diterima agroindustri. Dalam penelitian ini, jika menerapkan metode EOQ justru menimbulkan kerugian yang akan lebih tinggi yaitu rata-rata sebesar Rp 174.266.427.
Kata kunci: persediaan bahan baku, economic order quantity, reorder point, safety stock, total inventory cost.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | persediaan bahan baku, economic order quantity, reorder point, safety stock, total inventory cost. |
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agribusiness |
| Depositing User: | User Agribisnis |
| Date Deposited: | 24 Jan 2025 07:34 |
| Last Modified: | 24 Jan 2025 07:34 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/22617 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
