Ardiyanti, Dayinta Rahma and Rachmawati, Banundari and Retnoningrum, Dwi and Widyastiti, Nyoman Suci and Rahayu, Muji (2026) KADAR 1,25-DIHYDROXYVITAMIN D3, NILAI FIBRINOGEN TO ALBUMIN RATIO, DAN C-REACTIVE PROTEIN TO ALBUMIN RATIO SEBAGAI FAKTOR RISIKO TINGKAT KEPARAHAN PASIEN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (DAYINTA RAHMA A-22041523310002-ABSTRAK)
DAYINTA RAHMA A-22041523310002-ABSTRAK.pdf Download (186kB) |
Abstract
Latar belakang. Systemic lupus erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun sistemik kronis dengan aktivitas penyakit yang bervariasi. Identifikasi parameter yang berpotensi menjadi faktor risiko peningkatan aktivitas penyakit diperlukan untuk mendukung evaluasi klinis pasien SLE. Kadar 1,25(OH)₂D₃ serum, nilai fibrinogen to albumin ratio (FAR), dan nilai C-reactive protein to albumin ratio (CAR) diduga berkaitan dengan disregulasi imun dan inflamasi sistemik sehingga berpotensi menjadi faktor risiko aktivitas penyakit yang lebih tinggi pada pasien SLE.
Tujuan. Membuktikan kadar 1,25(OH)₂D₃ serum, nilai FAR, dan nilai CAR sebagai faktor risiko tingkat keparahan pasien SLE.
Metode. Penelitian belah lintang dilakukan terhadap 69 pasien SLE. Tingkat keparahan SLE dinilai menggunakan skor SLEDAI dan dikelompokkan menjadi SLEDAI <6 dan SLEDAI ≥6. Kadar 1,25(OH)₂D₃ serum diperiksa dengan metode Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Nilai FAR dihitung dengan membagi kadar fibrinogen dengan kadar albumin dengan metode Colorimetric Assay. Nilai CAR dihitung dengan membagi kadar CRP dengan kadar albumin dengan metode imunoturbidimetri dan Colorimetric Assay. Analisis secara bivariat untuk menghitung rasio prevalensi (RP) dengan menggunakan tabel 2x2.
Hasil. Rerata kadar 1,25(OH)₂D₃ serum, nilai FAR, dan nilai CAR adalah 77,96 ± 45,26 pg/mL, 104,87 ± 62,21, dan 4,37 ± 11,97. Rasio prevalensi kadar 1,25(OH)₂D₃ serum adalah 2,22 (95%CI 1,59–3,12; p <0,001). Nilai FAR bukan merupakan faktor risiko tingkat keparahan SLE dengan nilai p 0,078. Rasio prevalensi nilai CAR 1,93 (95%CI 1,36–2,74; p=0,007).
Simpulan. Kadar 1,25(OH)₂D₃ serum rendah dan nilai CAR tinggi merupakan faktor risiko tingkat keparahan pasien SLE. Nilai FAR tinggi bukan merupakan faktor risiko tingkat keparahan pasien SLE.
Kata kunci: SLE, SLEDAI, 1,25(OH)₂D₃, FAR, CAR.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | SLE, SLEDAI, 1,25(OH)₂D₃, FAR, CAR. |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 05 Nov 2026 06:47 |
| Last Modified: | 05 Nov 2026 06:47 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/64101 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
