Search for collections on Undip Repository

PENYELESAIAN SENGKETA TANAH YANG DIKUASAI MASYARAKAT DESA RENAH KAYU EMBUN YANG BERADA DALAM KAWASAN TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT DI KOTA SUNGAI PENUH PROVINSI JAMBI

Silmi, Syahrul and Sukirno (2021) PENYELESAIAN SENGKETA TANAH YANG DIKUASAI MASYARAKAT DESA RENAH KAYU EMBUN YANG BERADA DALAM KAWASAN TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT DI KOTA SUNGAI PENUH PROVINSI JAMBI. Masters thesis, Magister Kenotariatan.

[thumbnail of HALAMAN JUDUL – PENGESAHAN] Text (HALAMAN JUDUL – PENGESAHAN)
1 COVER.pdf

Download (480kB)
[thumbnail of SURAT PERNYATAAN – KATA PENGANTAR] Text (SURAT PERNYATAAN – KATA PENGANTAR)
2.PERNYATAAN.pdf

Download (172kB)
[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
3. ABSTRAK.pdf

Download (225kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI] Text (DAFTAR ISI)
4. DAFTAR ISI.pdf

Download (226kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
5 BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (609kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
6 BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (547kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
7 BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (482kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
8 BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (191kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9 DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (416kB)

Abstract

ABSTRAK

PENYELESAIAN SENGKETA TANAH YANG DIKUASAI MASYARAKAT DESA RENAH KAYU EMBUN YANG BERADA DALAM KAWASAN TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT DI KOTA SUNGAI PENUH PROVINSI JAMBI

Dengan adanya Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) tak jarang dianggap sebagai hambatan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan. Masayarakat Desa Renah Kayu Embum yang menguasai dan menduduki tanah Dalam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat bermula dari semakin meningkatnya kebutuhan ekonomi yang memaksa masyarakat setempat untuk bekerja memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Masyarakat setempat hanya beranggapan bahwa mereka merasa bebas memilih lokasi baru untuk membuka lahan berladang, serta untuk membuka tanah ini mereka bisa mengurangi biaya ketimbang harus membeli tanah yang sudah siap digarap.Namun apa yang dilakukan oleh masyarakat setempat sudah jelas melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Rumusan masalah dalam tesis ini mengenai bagaimana persepsi kedua belah pihak dan bagaimana penyelesaian sengketa terhadap tanah yang dikuasai terhdap tanah yang dikuasai oleh masyarakat Desa Renah Kayu Embun yang masuk dalam kawasan TNKS. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis empiris. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan studi lapangan. Teknik analisis data menggunakan metode analisis data kualitatif dengan menghubungkan data yang satu dengan yang lainnya secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan Dari persepsi masyarakat yang telah menguasai tanah dalam kawasan TNKS yang beranggapan bahwa tanah yang mereka kuasai tersebut salah satu upaya membantu perekonomian masyarakat setempat, dan kebutuhan akan tanah untuk dijadikan lahan pertanian memang menjadi masalah penting dikalangan masyarakat di Desa Renah Kayu Embun. Antara Pemerintah (Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat) dan Masyarakat yang menguasai tanah dalam kawasan TNKS. Pemerintah tidak menawarkan lahan atau tanah yang bisa dimanfaatkan oleh mereka yang telah telanjur menguasai tanah di kawasan TNKS. Masyarakat hanya diminta untuk meninggalkan tanah yang mereka kuasai tanpa adanya jaminan bagi mereka untuk melanjutkan kesejahteraan memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui melalui kegiatan bertani/berladang. Perlu diterapkannya sosialisasi kepada masyarakat yang lebih aktif lagi serta kepada anak-anak yang tinggal di sekitar kawasan TNKS dengan harapan agar generasi selanjutnya tidak melakukan perambahan hutan dan penguasaan tanah didalam kawasan TNKS tanpa mempedulikan hukum yang berlaku. sengketa tanah antara pemerintah dalam hal ini Balai Besar TNKS maka sudah seharusnya penegakan pencegahan ataupun penegakan hukum diselesaikan melalui peraturan yang berlaku. Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 telah menetapkan sanksi terhadap orang yang melakukaN perusakan, penguasaan terhadap kawasan hutan dengan sanksi pidana ataupun sanksi ganti rugi.

Kata Kunci: Sengketa, Tanah, Taman Nasional Kerinci Seblat.

Item Type: Thesis (Masters)
Divisions: Faculty of Law > Master Program in Notary
Depositing User: Magister Kenotariatan
Date Deposited: 29 Oct 2026 06:17
Last Modified: 29 Oct 2026 06:17
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63822

Actions (login required)

View Item View Item