Fajriati, Rafika Ariana and M.S., Edith Ratna (2021) AKIBAT HUKUM TERKAIT PEMBUATAN AKTA DI LUAR WILAYAH JABATAN NOTARIS MELALUI CYBER NOTARY. Masters thesis, Magister Kenotariatan.
|
Text (HALAMAN JUDUL – PENGESAHAN)
COVER-PENGESAHAN.pdf Download (349kB) |
|
|
Text (SURAT PERNYATAAN – KATA PENGANTAR)
SURAT PERNYATAAN-KATA PENGANTAR.pdf Download (147kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK INDO-INGGRIS.pdf Download (18kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (263kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (241kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (238kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (274kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (68kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (169kB) |
Abstract
ABSTRAK
AKIBAT HUKUM TERKAIT PEMBUATAN AKTA DI LUAR WILAYAH JABATAN NOTARIS MELALUI CYBER NOTARY
Pembuatan akta Notaris melalui cyber notary yang tidak memerlukan tatap muka, dapat menimbulkan peluang keberadaan para pihak berada di luar wilayah Jabatan Notaris. Permasalahan ini mengakibatkan ketentuan wilayah jabatan Notaris menjadi rancu, sehingga terjadi disharmonisasi antara ketentuan wilayah jabatan Notaris secara konvensional, dengan praktik Notaris yang dilakukan dengan cyber notary. Permasalahan yang akan dibahas dalam Tesis ini adalah bagaimana keabsahan akta yang dikeluarkan di luar wilayah Jabatan Notaris melalui cyber notary dan bagaimana akibat hukum terhadap akta yang dikeluarkan di luar wilayah jabatan Notaris melalui cyber notary. Tujuan penulisan tesis ini ialah untuk mengetahui dan menganalisis kekuatan hukum serta akibat hukum yang ditimbulkan terhadap akta yang dikeluarkan di luar wilayah jabatan Notaris melalui cyber notary. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder dibagi menjadi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder serta bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan studi kepustakaan, yaitu dengan cara pengumpulan (dokumentasi) data sekunder. Analisis data yang dipergunakan adalah analisis kualitatif dengan model deskriptif, kemudian dari analisis yang dilakukan ditarik kesimpulan dengan cara logika deduktif. Penyajian data dilakukan dengan editing agar dapat dipahami dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa suatu akta yang dibuat di luar wilayah jabatan Notaris melalui cyber notary akan mengakibatkan perbuatan hukum tersebut tidak sah hal ini disebabkan perbuatan tersebut sukar untuk dapat memenuhi ketentuan dalam UUJN. Atas dasar perbuatan yang tidak sah tersebut maka produk hukum yang dihasilkan pun menjadi tidak sah, sehingga kekuatan hukumnya menjadi lemah. Akibat hukum dari terjadinya pertentangan antara UUJN dengan UU ITE ini maka kekuatan akta notaris yang dibuat berdasarkan cyber notary hanya memiliki kekuatan hukum seperti akta di bawah tangan, bukan akta otentik. Saran dari penulis berdasarkan penelitian Tesis ini adalah Pemerintah diharapkan segera melakukan harmonisasi peraturan perundang-undangan antara UUJN, UUPT dan UU ITE. Tujuannya untuk mencegah kekosongan hukum jika transaksi elektronik di bidang kenotariatan sudah marak dilakukan, serta menjamin akta yang dibuat melalui cyber notary adalah akta otentik. Pemerintah dan INI diharapkan bekerjasama untuk melakukan perubahan pada UUJN, guna memberikan rasa aman kepada Notaris dalam bertindak dan memutuskan segala sesuatu yang berkaitan dengan cyber notary.
Kata Kunci: notaris, wilayah jabatan, cyber notary.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Faculty of Law > Master Program in Notary |
| Depositing User: | Magister Kenotariatan |
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 03:36 |
| Last Modified: | 29 Oct 2026 03:36 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63801 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
