Al-Himni, Muhammad Aldi and M. S., Edith Ratna (2021) PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI TERHADAP PENGAMBILALIHAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH SECARA DI BAWAH TANGAN (Studi Pada Kasus Sengketa Tanah di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya). Masters thesis, Magister Kenotariatan.
|
Text (TESIS 2021)
Muhammad Ali Almimni tesis lengkap 2021.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI TERHADAP PENGAMBILALIHAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH SECARA DI BAWAH TANGAN (Studi Pada Kasus Sengketa Tanah di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya)
KPR merupakan fasilitas kredit yang diberikan oleh pihak Bank selaku kreditur kepada konsumen (pembeli) sebagai debitur yang digunakan untuk pembelian tanah beserta bangunan rumah di atasnya. Pengalihan kepemilikan KPR BTN melalui jual beli bukanlah hal yang dilarang asalkan dilakukan sesuai
dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak BTN. Terhadap jual beli rumah dan tanah KPR-BTN yang dilakukan di bawah tangan tidak dapat dibuatkan aktanya oleh Notaris maupun Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Berdasarkan hal-hal tersebut maka permasalahan yang akan diteliti dalam
peneltian ini adalah 1) Bagaimana perlindungan hukum bagi pembeli terhadap pengambilalihan kredit pemilikan rumah secara dibawah tangan?, 2) Bagaimana upaya hukum pembeli terhadap pengambilalihan kredit pemilikan rumah secara
dibwah tangan? Metode pendekatan yang akan digunakan penulis adalah pendekatan Yuridis Empiris. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Analitis
yaitu menggambarkan peraturan perundangan yang berlaku dikaitkan dengan teori-teori hukum dan praktek pelaksanaannya. Hasil penelitian: 1) Perlindungan hukum bagi pembeli dalam kasus jual beli rumah dan tanah secara di bawah tangan dapat diperoleh dengan mengajukan permohonan penetapan ke pengadilan negeri setempat untuk mengesahkan proses jual beli tersebut, 2) Upaya hukum pembeli terhadap pengambilalihan kredit pemilikan rumah secara dibawah tangan dapat meminta pengesahan proses jual beli dibawah tangan dari Pengadilan Negeri setempat. Sedangkan upaya eksekusi dipergunakan sebagai upaya terakhir.yang dilakukan oleh bank tehadap debitor apabila debitor tidak mempunyai prospek lagi atau debitor mempunyai itikad tidak baik sehingga tidak dapat direstrukturisasi. Saran: sebaiknya lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan hukum terhadap pihak lain dan dalam membeli rumah kredit harus jelas dan teliti, apalagi
rumah tersebut masih atas nama pemilik lama.
Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Kredit Pemilikan Rumah, Pengambilalihan Kredit
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Faculty of Law > Master Program in Notary |
| Depositing User: | Magister Kenotariatan |
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 09:03 |
| Last Modified: | 28 Oct 2026 09:03 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63776 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
