Bazar, Berti Nova Khafifa and Silviana, Ana (2021) PEMANFAATAN TANAH DI WILAYAH WISATA GUNUNG MERAPI DITINJAU DARI TATA RUANG WILAYAH (TRW) KABUPATEN SLEMAN ( Studi Wilayah Wisata Gunung Merapi Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman ). Masters thesis, Magister Kenotariatan.
|
Text (HALAMAN JUDUL – PENGESAHAN)
1. COVER - HALAM PENGESAHAN.pdf Download (361kB) |
|
|
Text (SURAT PERNYATAAN – KATA PENGANTAR)
2. SURAT PERNYATAAN - KATA PENGANTAR.pdf Download (580kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
3. ABSTRAK.pdf Download (202kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4. DAFTAR ISI.pdf Download (412kB) |
|
|
Text (BAB I)
5. BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (517kB) |
|
|
Text (BAB II)
6. BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (391kB) |
|
|
Text (BAB III)
7. BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (635kB) |
|
|
Text (BAB IV)
8. BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (12kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (29kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
10. LAMPIRAN.pdf Download (733kB) |
Abstract
ABSTRAK
Pasca Erupsi Gunung Merapi 2010 menyababkan pembangunan objek wisata di daerah Kecamatan Cangkringan berkembang pesat. Berdirinya bangunan tersebut tepat berada di atas Kawasan Rawan Bencana III Gunung Merapi, yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, guguran batu dan lontaran batu pijar. Disayangkan pembangunan objek wisata tersebut telah melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 12 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Kabupaten Sleman Tahun 2011-2031 yang mengatur larangan adanya hunian hidup maupun sarana dan prasana baru di area terdampak letusan Merapi 2010. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan menganalisis penyebab wilayah Kawasan Rawan Bencana III Gunung Merapi masih dapat di bangun sebagai objek wisata. Serta guna menganalisis penegakan hukum peraturan tata ruang dalam pengurangan resiko bencana melalui kebijkan Tata Ruang Wilayah di Daerah Bencana di Kecamatan Cangkringan Kbaupaten Sleman. Metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode socio-legal research. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi lapangan dan studi kepustakaan guna memperoleh data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan metode analisis data kualitatif dengan menarik kesimpulan secara induktif.
Hasil penelitian ditinjau dari alasan wilayah Kawasan Rawan Bencana III Gunung Merapi dapat di bangun objek wisata adalah karena pengaruh faktor penegakan hukum, dan faktor masyarakat. Hanya Patilasan Mbah Maridjan dan The Lost Wolrd Castle yang melanggar tata ruang, hal ini di sebabkan kurang pahamnya masyarakat terhadap peraturan tata ruang. Penegakan hukum peraturan tata ruang dalam pengurangan resiko bencana melalui kebijakan tata ruang Kabupaten Sleman, ditemukan ketidak tegasnya Pemerintah Daerah dalam menindak kasus The Lost World Castle yang dari tahun 2017 hingga sekarang kasus tersebut tidak terselesaikan. Kesimpulan dalam penelitian pemanfaatan tanah di Kawasan Rawan Becana III Gunung Merapi tidak berjalan dengan baik. Faktor masyarakat dan penegakan hukum menjadi sebab tetap dibangunnya bangunan di Kawasan Rawan Bencana III. Mengingat lemahnya penegakan hukum peraturan tata ruang oleh Pemda Kabupaten Sleman baik melalui sanksi administratif dan sanksi pidana yang bertujuan untuk pengurangan resiko bencana tidak berjalan dengan baik.
Kata Kunci : Tata Ruang, Objek Wisata, Kawasan Rawan Bencana III.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Faculty of Law > Master Program in Notary |
| Depositing User: | Magister Kenotariatan |
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 03:05 |
| Last Modified: | 28 Oct 2026 03:05 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63720 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
