WIJAYANTI, Asih Kusuma (2026) SPILLOVER SPASIAL PUSAT PERTUMBUHAN DAN PEMEKARAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR. Doctoral thesis, UNDIP: Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
|
Text (Cover)
1.D - Cover - 12020119510008.pdf - Published Version Download (76kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4.D - Abstract (Inggris) - 12020119510008.pdf - Published Version Download (88kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5.D - Abstrak (Indonesia) - 12020119510008.pdf - Published Version Download (90kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6.D - Daftar Isi - 12020119510008.pdf - Published Version Download (283kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
13.D - Daftar Pustaka - 12020119510008.pdf - Published Version Download (166kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
17.D - Fulltext PDF Bookmarks - 12020119510008.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis spillover spasial pusat pertumbuhan dan
dampak pemekaran wilayah terhadap dinamika pertumbuhan ekonomi di Provinsi
Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Utara. Pemekaran wilayah berpotensi
mengubah struktur pusat pertumbuhan, pola interaksi antarwilayah, dan
karakteristik spillover spasial yang terbentuk. Oleh karena itu, penelitian ini
difokuskan pada identifikasi pusat pertumbuhan sebelum dan sesudah pemekaran
serta analisis faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi regional
dalam perspektif spasial.
Penelitian menggunakan data panel 14 kabupaten/kota periode 2010–2023.
Identifikasi pusat pertumbuhan dilakukan menggunakan metode skalogram, indeks
sentralitas, dan model gravitasi. Ketergantungan spasial dianalisis melalui Moran’s
I Global dan Local Indicators of Spatial Association (LISA). Selanjutnya, pengaruh
faktor-faktor ekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi dianalisis menggunakan
model ekonometrika spasial panel, yaitu Spatial Autoregressive Model (SAR) dan
Spatial Error Model (SEM) dengan matriks pembobot spasial non-biner berbasis
inverse distance.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemekaran wilayah mengubah struktur pusat
pertumbuhan dari pola yang relatif terpusat menjadi lebih polisentris. Sebelum
pemekaran, Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Kutai Kartanegara
berperan sebagai pusat pertumbuhan utama, sedangkan setelah pemekaran Kota
Tarakan dan Kabupaten Bulungan muncul sebagai pusat pertumbuhan baru di
Kalimantan Utara. Analisis gravitasi menunjukkan bahwa interaksi ekonomi
antarwilayah masih dipengaruhi oleh kedekatan geografis sesuai Hukum Tobler.
Hasil Moran’s I dan LISA mengindikasikan adanya perbedaan karakteristik
autokorelasi spasial antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Hasil estimasi
menunjukkan bahwa Spatial Error Model (SEM) Fixed Effects merupakan model
terbaik. Pembentukan modal tetap bruto, kualitas sumber daya manusia, tingkat
partisipasi angkatan kerja, pertumbuhan penduduk, dan struktur ekonomi berbasis
pertambangan terbukti memengaruhi pertumbuhan ekonomi antarwilayah.
Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan analisis spillover spasial
dalam konteks pemekaran wilayah melalui penggunaan matriks pembobot spasial
non-biner berbasis jarak serta pengenalan konsep border effect pada wilayah
perbatasan. Temuan penelitian menegaskan bahwa pemekaran wilayah
menghasilkan pusat-pusat pertumbuhan baru sekaligus membentuk pola interaksi
dan spillover spasial yang berbeda, sehingga kebijakan pembangunan daerah perlu
mempertimbangkan keterkaitan spasial dan penguatan konektivitas antarwilayah.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | spillover spasial, pusat pertumbuhan, pemekaran wilayah, border effect, pertumbuhan ekonomi regional, Moran’s I, LISA, Spatial Error Model (SEM).. |
| Subjects: | Economics and Business > Economic Sciences Economics and Business |
| Depositing User: | Doktor Ekonomi Lib |
| Date Deposited: | 26 Oct 2026 05:01 |
| Last Modified: | 26 Oct 2026 05:01 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63632 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
