YAHYA, YAHYA (2026) PENGARUH KEPADATAN KOMBINASI Gracilaria verrucosa, Perna viridis, DAN Oreochromis niloticus TERHADAP PENURUNAN KADAR TOM DAN TSS PADA AIR BUANGAN TAMBAK (26da613). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
YAHYA 26da613.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Budidaya udang vaname secara intensif menghasilkan air buangan dengan
kandungan bahan organik dan padatan tersuspensi yang berpotensi menurunkan
kualitas perairan. Salah satu pendekatan pengelolaan air buangan adalah Integrated
Multi-Trophic Aquaculture (IMTA) dengan mengintegrasikan organisme pada
tingkat trofik berbeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan kadar Total
Organic Matter (TOM) dan Total Suspended Solid (TSS), pengaruh perbedaan
kombinasi kepadatan Gracilaria verrucosa, Perna viridis, dan Oreochromis
niloticus, serta hubungan pertumbuhan kultivan dengan penurunan TOM dan TSS.
Penelitian dilaksanakan selama 21 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) dengan tiga perlakuan kepadatan, yaitu perlakuan A (G. verrucosa 200 g/m²,
P. viridis 80 g/m², O. niloticus 30 ekor/600 L), perlakuan B (G. verrucosa 210 g/m²,
P. viridis 90 g/m², O. niloticus 60 ekor/600 L), dan perlakuan C (G. verrucosa 220
g/m², P. viridis 100 g/m², O. niloticus 90 ekor/600 L), masing-masing dengan dua
ulangan. TOM dan TSS diamati secara berkala, sedangkan kelangsungan hidup dan
pertumbuhan kultivan diamati selama pemeliharaan. Data TOM dan TSS dianalisis
menggunakan Linear Mixed-Effect Model, pertumbuhan menggunakan Welch
ANOVA dan Games-Howell, serta hubungan pertumbuhan dengan TOM dan TSS
dianalisis menggunakan korelasi Pearson dan regresi linear. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa TOM dan TSS mengalami penurunan selama pemeliharaan.
Penurunan TOM terbesar terdapat pada perlakuan B sebesar 12,324 mg/L, tetapi
perbedaan kepadatan tidak berpengaruh signifikan terhadap TOM. Sebaliknya,
kepadatan berpengaruh signifikan terhadap TSS dengan penurunan terbesar pada
perlakuan C sebesar 82,3366 mg/L. Survival Rate ikan nila tidak berbeda signifikan
antarperlakuan (p = 0,556). SGR bobot ikan nila berbeda signifikan antara A dan B
(p = 0,023), sedangkan SGR panjang tidak signifikan (p = 0,252). Pada kerang
hijau, SGR bobot, panjang, dan lebar tidak berbeda signifikan, tetapi SGR tinggi
berbeda signifikan (p = 0,028), dengan C berbeda nyata terhadap A (p = 0,017).
SGR bobot G. verrucosa tidak berbeda signifikan (p = 0,274) dan bernilai negatif
pada seluruh perlakuan. Tidak terdapat hubungan signifikan antara pertumbuhan
kultivan dan penurunan TOM, sedangkan SGR tinggi P. viridis memiliki hubungan
positif sangat kuat dengan penurunan TSS (r = 0,853; R² = 0,727; p = 0,031).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | G. verrucosa, IMTA, O. niloticus, P. viridis, TSS, TOM. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 07:01 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 07:01 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63561 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
