Abdillah, Nabila Sesha and Aminah (2025) IMPLEMENTASI PRINSIP KEHATI-HATIAN DAN TANGGUNG JAWAB NOTARIS DALAM PEMBUATAN AKTA AUTENTIK DI KOTA SEMARANG. Masters thesis, Magister Kenotariatan.
|
Text (HALAMAN JUDUL – PENGESAHAN)
1. COVER SAMPAI HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (6MB) |
|
|
Text (SURAT PERNYATAAN – KATA PENGANTAR)
2. SURAT PERNYATAAN SAMPAI KATA PENGANTAR.pdf Download (7MB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
3. ABSTRAK.pdf Download (75kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4. DAFTAR ISI.pdf Download (214kB) |
|
|
Text (BAB I)
5. BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (280kB) |
|
|
Text (BAB II)
6. BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (299kB) |
|
|
Text (BAB III)
7. BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (244kB) |
|
|
Text (BAB IV)
8. BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (75kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (143kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
10. LAMPIRAN.pdf Download (455kB) |
Abstract
ABSTRAK
Notaris dalam menjalankan tugas dan jabatannya sangat penting untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pembuatan akta autentik agar dapat melindungi seorang Notaris, namun mengingat dalam praktik Notaris seringkali kurang mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ada 2 (dua) rumusan masalah dalam penelitian ini, yakni: Pertama, bagaimana implementasi prinsip kehati-hatian Notaris dalam pembuatan akta autentik di Kota Semarang? Kedua, Bagaimana tanggung jawab Notaris apabila tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pembuatan akta autentik di Kota Semarang? Tujuan penelitian ini, yakni: Pertama, untuk mengetahui dan menganalisis implementasi prinsip kehati-hatian Notaris dalam pembuatan akta autentik di Kota Semarang, Kedua, untuk mengetahui dan menganalisis tanggung jawab Notaris apabila tidak menerapkan prinsip kehati- hatian dalam pembuatan akta autentik di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi deskriptif analitis. Sumber dan jenis data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan studi kepustakaan dan studi lapangan (wawancara). Teknik analisis data dengan pendekatan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, akta Notaris adalah akta autentik yang dibuat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Penerapan prinsip kehati-hatian dalam pembuatan akta sangat penting untuk menjamin keabsahan dan perlindungan hukum bagi semua pihak. Meskipun tidak diatur secara eksplisit dalam Pasal 16 ayat (1) huruf a Undang-Undang Jabatan Notaris, pasal ini diterjemahkan sebagai prinsip kehati-hatian, namun hal tersebut disesuaikan dengan implementasinya. Prinsip kehati-hatian selain diatur dalam Undang-Undang, dapat diketahui bahwa masing-masing Notaris dapat melakukan inovasi dalam pembuatan akta autentik tersebut berkaitan dengan prinsip kehati- hatian. Kedua, jika Notaris gagal menerapkan prinsip kehati-hatian, maka Notaris dapat dimintakan pertanggung jawaban, baik secara administratif dengan teguran atau pemberhentian, perdata dengan sanksi ganti rugi oleh pihak yang dirugikan, atau pidana dengan sanksi diancam dengan pidana penjara. Kesimpulan penelitian ini, bahwa penerapan prinsip kehati-hatian dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan berbagai inovasi yang berbeda antara masing-masing Notaris. Apabila tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pembuatan akta autentik, maka dapat dikenakan tanggung jawab baik secara administratif, perdata, atau pidana.
Kata Kunci: Prinsip Kehati-hatian; Tanggung jawab; Notaris; Pembuatan Akta Autentik
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Faculty of Law > Master Program in Notary |
| Depositing User: | Magister Kenotariatan |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 06:10 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 06:10 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63465 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
