Ikram, Muhammad Dzul and Santoso, Budi (2025) HAK DAN KEWAJIBAN PEMILIK MEREK YANG TELAH DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS (STUDI PADA PEMPEK HARYAKA). Masters thesis, Magister Kenotariatan.
|
Text (HALAMAN JUDUL – PENGESAHAN)
1. HALAMAN JUDUL-PERSETUJUAN-PENGESAHAN.pdf Download (747kB) |
|
|
Text (SURAT PERNYATAAN – KATA PENGANTAR)
2. HALAMAN PERNYATAAN-MOTTO PERSEMBAHAN-KATA PENGANTAR.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
3. ABSTRAK.pdf Download (15kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4. DAFTAR ISI.pdf Download (57kB) |
|
|
Text (BAB I)
5. BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (294kB) |
|
|
Text (BAB II)
6. BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (253kB) |
|
|
Text (BAB III)
7. BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (224kB) |
|
|
Text (BAB IV)
8. BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (9kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (87kB) |
Abstract
ABSTRAK
Merek adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada identitas atau nama yang digunakan oleh suatu perusahaan atau individu untuk membedakan produk atau layanan Mereka dari pesaing. Merek biasanya terdiri dari elemen-elemen seperti nama, logo, simbol, desain, atau slogan. Fungsi utama Merek meliputi identifikasi, citra dan reputasi, loyalitas, pemasaran dan diferensiasi, serta nilai jangka panjang. Merek yang sudah terdaftar akan mendapatkan sertifikat bagi pemilik Merek tersebut yang diterbitkan oleh menteri sejak Merek tersebut terdaftar. Produk makanan yang belum didaftarkan pada Direkorat Jenderal Kekayaan Intelektual, seperti contohnya pempek Haryaka, yang sudah banyak konsumen percaya dan mengkonsumsi pempek. Pempek Haryaka baru diajukan permohonan pendaftaran Mereknya, sehingga rentan terhadap pemalsuan dan peniruan produknya yang mempunya ciri khas yang membedakan dari usaha pempek lainnya. Pada penelitian ini berfokus pada kewajiban dan hak pemilik Merek dalam pendaftaran Merek sebagai bentuk perlindungan hukum dan akibat hukum pemilik Merek yang tidak melaksanakan pendaftaran Merek. Metode pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif, yakni penelitian hukum kepustakaan yang dilakukan dengan cara meneliti bahan-bahan pustaka. Objek yang dianalisis dengan pendekatan yang bersifat kualitatif adalah metode penelitian yang mengacu pada norma-norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan.
Hasil penelitian hak dan kewajiban pemilik merek telah ada pada saat proses permohonan pendaftaran merek di DJKI. Hak eksklusif pemilik merek itu sendiri lahir saat pendaftaran diterima dengan bukti sertifikat merek, hak ini mencakup pencegahan terhadap pihak lain yang menggunakan merek yang sama atau mirip tanpa izin.Untuk menjaga haknya, pemilik Merek berkewajiban menggunakan mereknya secara komersial dalam perdagangan dan memperpanjang perlindungan Merek setiap 10 tahun. Pemilik juga wajib melaporkan perubahan data kepemilikan ke DJKI untuk memastikan vailiditas sertifikat. Tidak mendaftarkan Merek akan meningkatkan risiko terjadinya sengketa hukum, seperti brand hijacking dan pemilik asli merek tidak dapat mengajukan gugatan karena tidak memiliki bukti kepemilikan resmi dalam bentuk sertifikat merek. Perlindungan hukum hak atas Merek akan dimiliki oleh pemilik usaha yang pertama kali mendaftarkan Merek, sehingga pelaku usaha lain yang akan mengajukan permohonan untuk mendaftarkan Merek yang sama tidak akan diterima.
Kata Kunci : Merek, Pendaftaran, Perlindungan Hukum
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Faculty of Law > Master Program in Notary |
| Depositing User: | Magister Kenotariatan |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 05:47 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 05:47 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63460 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
